Jaksa Tuntut Empat Terdakwa Kepemilikan Shabu 15,5 Gram 10 Tahun Penjara

Sidang empat terdakwa kepemilikan shabu yang diketuai Paul Marpaung SH.MH secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (23/11/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Empat terdakwa Mat Arif, Faridah, Debi Destiana, dan Marcelia terlibat dalam pengedaran narkotika jenis shabu seberat 15,5 gram, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang selama 10 tahun penjara.

Tuntutan ini dibacakan JPU Kejari Palembang Ursulah Dewi, SH, MH di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Paul Marpaung SH.MH secara virtual di Pengadilan Negeri (PN)  Palembang, Selasa (23/11/2021).

Read More

Dalam tuntutannya, JPU juga menjelaskan perbuatan para terdakwa, telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Sebagaimana bahwa perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009.

“Menuntut agar para terdakwa yakni Mat Arif, Faridah, Debi Destiana, Marcelia dihukum pidana penjara masing-masing selama 10 Tahun dan denda 1 miliar subsider 6 bulan,” ucap JPU saat membacakan tuntutan di persidangan.

Usai mendengarkan Tuntutan yang dibacakan oleh JPU, majelis hakim, menunda jalan persidangan pekan depan dengan agenda pleidoi (pembelaan).

Sebelumnya, dalam dakwaannya, JPU mengungkapkan peristiwa ini bermula bahwa terdakwa Mat Arif, bersama terdakwa Faridah, terdakwa Debi Destiana serta terdakwa Marcelia, pada Kamis, 17 Juni 2021 sekitar pukul 10.30 WIB, di depan rumah terdakwa Marcelia  di Jalan Mayor Zen, Lorong Sukarame, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni,Kota Palembang, Tim Satres Narkoba Polrestabes Palembang  menindaklanjuti laporan terkait transaksi peredaran narkotika yang diperbuat oleh terdakwa Mat Arif dan terdakwa Faridah  di kawasan Sungai Selayur.

Penyergapan pun dilakukan, hingga diamankan terdakwa Mat Geplek bersama terdakwa Faridah di depan rumah Marcelia termasuk ada terdakwa Marcelia juga, dari penggeledahan di lantai dua, tepatnya di atas loteng atau plafon ditemukan dua bungkus plastik bening berisi shabu seberat 15,54 gram, tiga ball plastik klip bening, sebuah timbangan digital, dan uang tunai Rp2,4 juta,

Tidak lama kemudian, datang terdakwa Debi Destiana, yang juga anak kandung terdakwa Faridah ke lokasi penyergapan di rumah terdakwa Marcelia, dari pemeriksaan terdakwa Marcelia Amd mengaku barang bukti itu milik terdakwa Mat Geplek dan terdakwa Faridah, yang disembunyikan di plafon lantai dua rumah terdakwa Marcelia Amd.

Mat Geplek dan Faridah mengatakan barang haram ini didapat dengan memesan ke Merry (DPO) seberat satu ons seharga Rp65 juta.

Lalu Merry keesokannya datang ke rumah Marcelia, ditemui Mat Geplek dan Faridah untuk menyerahkan barang.

Mat Geplek memecah menjadi 10 paket besar masing-masing seberat 10,25 gram, dari tiap satu paketan itu dipecah lagi menjadi 120 paket kecil, lalu mendapat upah Rp300 ribu dari terdakwa Faridah, 8 paket besar di antaranya laku terjual senilai Rp96 juta disetorkan Mat Geplek ke Farida. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.