Sejumlah lokasi juga mengalami kebakaran berulang. Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I, tercatat mengalami 14 kejadian. Kemudian Jalan Talang Kepuh, Kecamatan Gandus, sebanyak 12 kejadian dan Jalan Mayjend Satibi Darwis tujuh kejadian.
“Lokasi yang mengalami kebakaran berulang perlu mendapat pengawasan secara berkelanjutan, terutama kawasan yang memiliki riwayat kejadian cukup tinggi,” kata Ratu Dewa.
Kekeringan Berdampak pada Warga
Selain kebakaran lahan, Pemkot Palembang mencatat dampak kekeringan terhadap kebutuhan air masyarakat dan lahan pertanian.
Kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga terjadi di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, yang berdampak terhadap 720 kepala keluarga.
Kondisi serupa tercatat di Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Sematang Borang, yang berdampak terhadap 58 kepala keluarga serta Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, sebanyak empat kepala keluarga.
Kekeringan juga berdampak terhadap lahan pertanian.
Di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, lahan dan sawah yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 407 hektare.
Sementara di Kelurahan Bukit Baru dan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, luas lahan terdampak sekitar 22 hektare.
Di Kecamatan Kertapati, kekeringan berdampak terhadap lahan di Kelurahan Karya Jaya, Kemasrindo dan Keramasan dengan luas sekitar 21,5 hektare.
“Untuk kondisi air bersih, secara umum ketersediaan air di Kota Palembang masih aman dan terkendali,” ujar Ratu Dewa.
Produksi Air Bersih Justru Meningkat
Di tengah kondisi kekeringan, Perumda Tirta Musi disebut tidak mengalami penurunan produksi maupun distribusi air bersih.
Pada periode Mei hingga Agustus 2026, ketersediaan air baku meningkat 6,3 persen, produksi air bersih naik 5 persen dan distribusi meningkat 5,1 persen.
Untuk mendukung penanganan dampak kekeringan dan karhutla, Perumda Tirta Musi menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Selain itu, disiapkan titik hidran kebakaran di Unit Pelayanan KM 4 seberang Polda Sumatera Selatan serta fasilitas pengisian air mobil tangki di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan booster Perumda Tirta Musi.
“Fasilitas pengisian air tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mobil tangki dari berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan kebakaran,” kata Ratu Dewa.
ISPU Palembang Tembus 302, Kasus ISPA Meningkat
Kualitas udara menjadi perhatian serius Pemkot Palembang setelah nilai ISPU berada di atas 300.
Berdasarkan data pemantauan 17-18 September 2026, nilai ISPU dalam periode 24 jam terakhir pada rentang pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB berada di atas 300 dengan status berbahaya.
Pada Jumat (18/9) pukul 04.00 WIB, ISPU Kota Palembang tercatat mencapai 302.
“Dengan kondisi kualitas udara seperti ini, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan dan langkah perlindungan terhadap dampak asap harus diperkuat,” ujar Ratu Dewa.
Dampak terhadap kesehatan juga terlihat dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Hingga 17 September 2026, tercatat 752 kasus harian ISPA atau meningkat 46 kasus dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 706 kasus.
Kasus ISPA tertinggi tercatat di Kecamatan Sukarami dengan 91 kasus.
Berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang 19-59 tahun dengan jumlah 320 kasus.
Pemkot Palembang telah membentuk 61 posko kesehatan yang tersebar di 42 puskesmas. Distribusi masker melalui puskesmas juga telah mencapai 55.400 buah.
ISPU di Atas 200, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan
Untuk melindungi masyarakat dari dampak asap, Pemkot Palembang menerbitkan Surat Edaran Nomor 63 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan Kota Palembang sebagai daerah terdampak asap karhutla.
Kebijakan tersebut memungkinkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, luring maupun kombinasi dengan mempertimbangkan nilai ISPU.
“Apabila nilai ISPU berada di atas 200, kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan dan dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh,” kata Ratu Dewa.
TPA Dijaga 24 Jam
Pemkot Palembang juga memperkuat antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan melakukan penyiraman setiap hari dan menempatkan petugas piket selama 24 jam.
Hingga 17 September 2026, kondisi TPA dilaporkan aman. Sosialisasi larangan pembakaran sampah dan lahan juga terus dilakukan.
Pengawasan lingkungan diperkuat melalui program Jaga Kampung yang didukung 1.605 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Selain itu, terdapat 327 Siskamling yang terdiri atas 160 Siskamling aktif dan 167 tidak aktif.
Pemkot juga mengoperasikan posko siaga lapangan di 18 kecamatan, melakukan pemantauan dan pelaporan selama 24 jam serta patroli di delapan kecamatan rawan dan lokasi yang mengalami kebakaran berulang.
Untuk mendukung respons terhadap kebakaran, Kota Palembang memiliki 10 posko pemadam kebakaran dengan total 232 personel.











