Iran Ancam Hancurkan Pangkalan AS, Rudal dan Drone IRGC Disebut Sudah Terkunci ke Target

Writer: - Senin, 11 Mei 2026
Para demonstran yang membawa poster ikut serta dalam unjuk rasa Hari Buruh (May Day) di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026. (Xinhua/Qiu Chen)

Teheran, Sumselupdate.com – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah apabila kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran kembali menjadi sasaran serangan.

Ancaman tersebut disampaikan IRGC melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu (9/5/2026), menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di sekitar Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Read More

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa setiap bentuk “agresi” terhadap kapal-kapal Iran akan dibalas dengan serangan langsung terhadap pusat militer AS dan kapal-kapal yang dianggap sebagai musuh.

“Setiap agresi terhadap kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran akan memicu serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat militer AS di kawasan dan kapal-kapal musuh,” tulis IRGC.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah bentrokan sporadis antara Iran dan AS terjadi pada Kamis (7/5) hingga Jumat (8/5).

Iran diketahui mulai memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026, menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap wilayah Iran.

Pemerintah Iran kemudian melarang kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan AS dan Israel melintasi jalur strategis tersebut.

Di sisi lain, AS disebut memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan Selat Hormuz guna membatasi lalu lintas kapal menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, militer AS juga dilaporkan menyerang sejumlah kapal dan tanker minyak Iran.

Sementara itu, Divisi Dirgantara IRGC dalam unggahan terpisah menyatakan bahwa rudal dan drone milik mereka telah mengunci sejumlah target militer AS dan kapal-kapal yang dianggap agresif.

“Kami sedang menunggu perintah untuk menembak,” tulis IRGC dalam pernyataannya.

Meningkatnya eskalasi di Selat Hormuz memicu kekhawatiran dunia internasional, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts