IPAL Buat 22 Ribu Sambungan Sudah Setengah Jadi

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak.

Palembang, Sumselupdate.com – Ditarget selesai 2023, Pemerintah Kota Palembang menyebut, progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sri Selayur, Kalidoni, sudah 50 persen.

IPAL ini ditujukan untuk mengolah limbah dari septic tank rumah-rumah warga yang dialirkan ke IPAL melalui pipa-pipa yang dipasang lalu diolah agar tidak mencemari lingkungan.

Read More

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak mengatakan, pengerjaan secara keseluruhan saat ini sudah 50 persen. Pembangunan bantuan dari Australia ini sedang pemasangan pipa induk yang nantinya terhubung dengan IPAL.

“Kita sedang fokus untuk memasang pipa induk ini sepanjang 8 kilometer mulai dari Monpera, Kantor Walikota sampai ke induk IPAL Selayur,” katanya.

Menurutnya, pemasangan pipa induk di Jalan Merdeka ini menggunakan sistem pengeboran bukan penggalian. Sehingga, tidak terlihat pemasangan pipanya karena pengeboran dilakukan di bawah jalan.

Setelah terpasangnya pipa induk ini maka akan dilanjutkan dengan pemasangan saluran ke rumah warga termasuk ke Kantor Pemkot Palembang.

“Targetnya pemasangan pipa induk ini pada Januari mendatang,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, IPAL Sei Selayur ini ditargetkan rampung pada awal 2023 mendatang dan beroperasi pada pertengahan tahun.

“IPAL ini akan mengolah semua air limbah rumah tangga, saluran cucian, kamar mandi, sanitasi dan lainnya yang masuk dalam pengelolaan air limbah skala perkotaan,” katanya.

Keberadaan IPAL Sei Selayur ini sangat penting bagi peningkatan sanitasi air bersih karena kondisi perairan Sungai Musi saat ini semakin mengkhawatirkan akibat pencemaran lingkungan.

“Dengan IPAL ini maka 69 persen air limbah masyarakat Kota Palembang dapat diolah menjadi lebih baik lagi,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.