Lahat, Sumselupdate.com – Tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir, membuat sebagian wilayah Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terendam banjir.
Pantauan Sumselupdate.com, Jumat (15/2/2019), beberapa drainase dan anak sungai meluap akibat turunnya hujan yang dimulai pukul 03.00.
Adapun kawasan yang terendam banjir terdapat di Kelurahan RD PJKA RW 1 tepatnya di Jalan Prof Emil Salim. Di kawasan ini beberapa rumah warga tergenang air.
“Air naik sekitar jam 04.30 hingga 05.30 dan mulai berangsur surut,” kata Danang, warga RW 01, RT 01 di RD PJKA.
Banjir juga terjadi di wilayah Kikim Selatan yang mencakup 17 desa. Kawasan ini terendam banjir akibat meluapnya Sungai Pangi.
Musibah banjir ini membuat beberapa warga mengurungkan niat menanam padi terutama di Desa Pandan Arang.
” Irigasi buatan Pemerintah Provinsi Sumsel yang mengairi sekitar lebih 300 hektar sawah, jebol, sehingga kawasan seperti Pandan Arang, Kebanyakan Agung, Pagardin, Tanjung Kurung, dan Nanjungan, terendam banjir,” ujar Apri (31), warga Pandan Arang.
Dikatakan Apri, tanggul yang dibuat warga secara manual sudah jebol akibat terjangan air yang kencang.
“Warga yang sudah membajak sawah, urung (batal –red) menanam padi, sebab sejak subuh, sungai meluap dan sawah terendam, barulah surut sekitar pukul 10.00,” kata Apri.
Sementara itu, Camat Kikim Selatan, Ujang Ruslan saat dihubungi mengaku, setiap tahun sudah mengajukan permohonan pembangunan tanggul, namun pengajuan ini belum terealisasi.
“Pemukiman yang meluap dari laporan warga dan kepala desa hanya di Agung, surut pukul 10.00,” terang Ujang Ruslan.
Sedangkan Camat Kikim Barat, Setyo Sumanto mengatakan, jika anak Sungai Pangi yakni Sungai Pring di Satuan Pemukiman (SP) I, Desa Suka Bakti meluap setinggi lebih dari 100 sentimeter dan surut pukul 10.00.
“Karena kondisi badan jalan lebih rendah dari jembatan Sungai Pring,” jelas Setyo. (sofi)











