Ini Alasan Kades Penantian Palsukan Tandatangan Kaur

Kamis, 9 November 2017
Kepala Desa Penantian Abdul Manan.

Baturaja, Sumselupdate.com – Aparatur Pemerintahan Desa Penantian di Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU terus bergejolak. Setelah muncul pengakuan Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan terkait pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Kades.

Ketika Sumselupdate.com mencoba mengklarifikasi pengakuan Kaur itu, secara mengejutkan Kades Penantian Abdul Manan mengakui telah memalsukan tandatangan perangkat desa.

Read More

Menurutnya semua ituuntuk kepentingan pembuatan laporan atau pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) serta Surat Pertanggungjawaban (SPj) untuk pencairan dana desa tahap II.

Namun ia membantah berkas tandatangan yang dipalsukan itu berjumlah delapan lembar.

“Tandatangan Kaur Pemerintahan, Arlias yang saya palsukan cuma ada dua. Bukan delapan lembar seperti yang dibeberkan nya di sejumlah media, itu untuk SPP,” ujar Kades, saat dibincangi wartawan di rumahnya, Kamis (9/11/2017).

Kades mengatakan, tindakan nekat itu ia dilakukan karena kepepet, sebab mengejar waktu untuk mengikuti pelatihan di Palembang beberapa waktu lalu. Sedangkan yang bersangkutan susah untuk ditemui karena sibuk di kebun karet dan ponsel nya selalu tidak aktif.

“Sementara saya sebelum ke Palembang harus sudah menyiapkan laporan SPP, SPj. Karena waktunya mepet, maka saya terpaksa memalsukan tandatangan nya,” beber Kades.

Kendati demikian lanjut dia, pasca pelatihan di Palembang langsung memanggil Arlias untuk menjelaskan bahwa tandatangan nya sudah dipalsukan. Namun yang bersangkutan marah dan langsung mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saya sudah jelaskan baik-baik bahwa berkas yang tandatangan nya dipalsukan itu hanya sebatas untuk laporan agar bisa ikut pelatihan di Palembang saja,” imbuhnya.

“Sementara untuk laporan  ke Inspektorat dan Bupati OKU seluruh perangkat desa akan dipanggil satu persatu agar langsung tandatangan di berkas yang saya siapkan,” katanya.

Kades menjelaskan, gara-gara Arlias mengundurkan diri, maka sampai detik ini berkas laporan SPj ke Bupati dan Inspektorat OKU belum bisa dimasukkan.

“Mau bagaimana lagi. Padahal waktunya sudah mepet. Jika begini terus saya khawatir kami tidak bisa mencairkan dana desa tahap dua. Jika itu terjadi, bisa dipastikan seluruh program yang telah disusun untuk kemajuan Desa Penantian tidak bakal bisa terealisasi,” sesalnya.

Sementara soal tuduhan bahwa sikapnya sebagai kepala desa arogan dan tidak transparan dalam mengelola dana desa, Abdul Manan membantah tuduhan tersebut.

“Itu tuduhan yang mengada-ada. Setiap akan menggunakan dana desa, maka saya pasti akan berkoordinasi dengan perangkat desa dan para kadus,” kilahnya.

Menurut Kades, sikap frontal yang dilakukan Arlias dan kelompoknya sengaja dilakukan untuk menggeser posisinya sebagai kepala desa. Apalagi yang bersangkutan dulunya merupakan pendukung dari kandidat calon kepala desa saingannya.

“Begitu terpilih sebagai kepala desa saya langsung merangkul seluruh warga. Bahkan pendukung saingan saya dijadikan perangkat desa seperti Arlias. Tak disangka kebijakan ini justru berdampak buruk bagi saya. Bayangkan saja tidak ada satupun program yang akan saya jalankan didukung oleh Arlias,” sesalnya.

Kades berharap, masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik agar pembangunan di Desa Penantian tidak terhambat. “Saya jadi kades bukan mau cari musuh. Namun ingin memajukan Desa Penantian,” terangnya.

Lebih jauh kata dia selalu Kades dirinya ingin semata mengajak masyarakat membangun desa termasuk mengajak orang yang selama ini pemilihan bukan dipijaknya untuk dijadikan perangkat desa.

“Saya memang bukan orang pribumi desa ini, jadi wajar kalau dimusuhi dan diserang seperti duri dalam daging,” pungkasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts