Industri Hulu Migas Hadir Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19  

Salah seorang orangtua siswa menerima tablet android dan kuota internet dari bantuan dana CSR PT Sele Raya Belida.

Laporan: Edwar Heryadi

Muara Enim, Sumselupdate.com – Pandemi Covid-19 tak hanya dunia usaha terpukul, proses belajar mengajar di sekolah, ikut juga terdampak.

Bacaan Lainnya

Proses belajar mengajar yang selama ini dilakukan tatap muka harus ditiadakan. Para siswa harus mengikuti pembelajaran jarak jauh atau online. Di saat pandemi virus Corona ini industri hulu migas hadir membantu masyarakat.

Salah satu satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tergabung dalam Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Sele Raya Belida terpanggil untuk membantu para siswa guna mengikuti sistem pembelajaran ini.

Anak usaha perusahaan minyak dan gas bumi (migas) swasta nasional, PT Sele Raya ini, menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk program pembelajaran daring.

Dalam program pembelajaran jarak jauh ini, PT Sele Raya Belida, memfokuskan kepada siswa-siswi SD, SMP, dan SMA berprestasi di wilayah kerja perusahaan, yakni Kecamatan Gelumbang dan Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Humas PT Sele Raya Belida, Dani Yuliana kepada Sumselupdate.com menjelaskan, penyaluran dana CSR saat pandemi Covid-19 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana saat ini dana CSR ini disalurkan dalam bentuk program pembelajaran daring.

Menurutnya, dalam program ini, manajemen PT Sele Raya Belida memfokuskan sebanyak seratus siswa SD, SMP, dan SMA masing-masing di Kecamatan Lembak 50 pelajar dan Kecamatan Gelumbang sebanyak 50 siswa.

Untuk Kecamatan Lembak terpilih sebanyak 21 siswa kelas VI SD, siswa kelas IX SMP sebanyak 13 orang, dan pelajar kelas XII SMA sebanyak 16 orang.

Sedangkan di Kecamatan Gelumbang sebanyak 10 siswa kelas VI SD, siswa kelas IX SMP sebanyak 20 siswa, dan SMA 20 pelajar yang duduk di kelas XII.

Dani Yuliana menjelaskan, adapun kreteria yang berhak menerima program ini adalah siswa berprestasi, namun belum memiliki fasilitas untuk belajar online.

Agar proses seleksi siswa yang berhak ikut program ini, benar-benar tepat sasaran dan fair, manajemen PT Sele Raya Belida menggaet pihak ketiga.

Untuk di Kecamatan Lembak dipilih  Yayasan Cipta Karya Tampi (YCKT) dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB). Sedangkan di Gelumbang, dipercayakan kepada Cakap Peduli.

Dikatakan Dani Yuliana, pihak ketiga ini tidak hanya terlibat dalam proses seleksi, namun selama program daring, juga diberikan kewenangan untuk memberikan proses pengajaran daring melalui aplikasi zoom kepada siswa yang terpilih dalam program ini.

“Manajemen PT Sele Raya Belida memberikan fasilitas kepada para siswa berupa tablet android dan kuota internet selama sembilan bulan untuk siswa di Kecamatan Lembak dan Kecamatan Gelumbang selama enam bulan. Selain itu, kita pinjam pakaikan infokus, WiFi-Router, pengeras suara serta mikrofon. Nantinya setelah mengikuti program daring ini, tablet android akan menjadi hak milik anak-anak itu sendiri, sedangkan alat fasilitas pinjam pakai nanti akan dikembalikan kepada kita,” jelas Dani.

Adapun penyerahan tablet android dan kuota internet sudah dilaksanakan pada 19 Oktober 2020 yang dipusatkan di Aula Kantor Kepala Desa Lembak. Sedangkan di Kecamatan Gelumbang dilaksanakan pada 23 Oktober 2020 di Aula Kantor Camat Gelumbang.

Sangat Membantu Siswa

Sementara itu, Fharel Aditya, siswa kelas VI SD Negeri 2 Lembak Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim mengaku, sangat bersyukur terpilih untuk mengikuti program pembelajaran daring dari PT Sele Raya Belida ini.

Terlebih lagi, menurut Fharel, tidak semua siswa bisa mengikuti program pembelajaran daring dari perusahaan migas ini karena harus melalui proses seleksi.

Anak dari Tanharman dan Desiani mengaku, sangat terbantu dengan adanya fasilitas tablet android dan kuota internet

“Selama ini saya sangat kesulitan untuk ikut pembelajaran daring, karena ayah saya seorang petani karet, jadi HP hanya ada satu sehingga harus gantian sama ayuk (kakak –red). Kadang juga kuota internet belum selesai belajar sudah habis,” kata Fharel yang tinggal di Perumahan Griya Lembak Indah ini.

Senada dikatakan Najla Almirah Zapi, siswa kelas VI SD Negeri 2, Lembak Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

Menurutnya, program pembelajaran daring yang digelar PT Sele Raya Belida sangat membantu, sebab selama ini dia harus bergantian menggunakan telepon genggam dengan kakaknya.

“Selama ini saya selalu minjam HP kakak kalau hendak belajar daring. Jadi sekarang saya sangat senang mendapat tablet android ini,” kata anak dari Irwanto dan Devi Sulastri ini.

Fharel Aditya, siswa kelas VI SD Negeri 2 Lembak Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

Kepala Desa Lembak, Jasmadi, mengatakan, bantuan dalam program pendidikan berbasis daring di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan PT Sele Raya Belida, sudah sangat tepat.

Menurutnya, program ini sangat membantu meringankan beban orang tua untuk membelikan HP dan kuota internet anaknya.

Terlebih lagi, selain diberikan tablet android dan kuota internet, bagi orangtua siswa yang tinggal di daerah minim sinyal, dibantu alat penunjang belajar jarak jauh atau penguat sinyal.

Camat Gelumbang Syarkowi berharap bantuan program pembelajaran jarak jauh terhadap para pelajar ini dapat berkesinambungan dan lebih luas cakupannya.

“Kita patut berterima kasih kepada PT Sele Raya Belida yang telah memberi fasilitas peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan pendidikan daring. Kepada anak-anak saya berharap dapat memanfaatkan semaksimal mungkin bantuan ini,” harapnya.

Peran Industri Migas

Tak bisa dipungkiri, peran sektor industri hulu migas memang menjadi salah satu pionir pertumbuhan perekonomian di tanah air.

Di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dana Bagi Hasil (DBH) dari industri hulu migas menyumbang pendapatan daerah mencapai 17 persen.

Hal itu terbagi kedua sektor, yaitu minyak sebesar 5 persen, sedangkan sektor gas bumi sebanyak 12 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Muara Enim Rinaldo, SSTP melalui Kabid Pendaftaran dan Pendataan Suhardi, SSi, MSi, Selasa (27/10/2020), mengatakan, DBH dari sektor migas mencapai Rp35 miliar.

Dikatakannya, DBH ini didapat dari enam perusahaan yang beroperasi di Muara Enim, yakni Pertamina Asset 2 Limau Field, PT Medco E&P Lematang, PT Sele Raya Belida, PT Medco, Pertamina Asset 2, dan PT Medco E&P Rambutan.

DBH ini menurut Rinaldo, dikelola Pemkab Muara Enim untuk dipergunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, serta program lainnya. Sedangkan dana CSR diserahkan kepada KKKS untuk membantu masyarakat di wilayah perusahaan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.