Madinah, Sumselupdate.com – Bupati Muaraenim Ahmad Yani termasuk sebagai salah satu jamaah calon haji (JCH) tahun 2019 reguler.
Dia pun ikut membaur dengan seluruh jamaah asal Kabupaten Muaraenim yang tergabung di Kloter 12 Embarkasi Palembang.
Bupati Muaraenim pun menyambut baik Pimpinan Umum Sumselupdate.com, Solehun, yang bermaksud mewancarainya sesaat menjelang keberangkatan jamaah kloter ini untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah, Minggu (21/7/207).
Kepada media ini Bupati Muaraenim periode 2018-2023 tersebut membenarkan bahwa dirinya sedang menunaikan ibadah haji reguler, dan bukan haji plus sebagaimana yang sering dipilih oleh para pejabat ekskutif lainnya. Padahal dia bisa melalui haji khusus jika mau menggunakannya.
“Saya naik haji yang reguler dan sengaja agar bisa bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Ahmad Yani membuka pembicaraan.
Apa ada agenda khusus dengan ikut haji reguler ini?
“Tidak ada ya. Kebetulan saya dan istri memang sudah mendaftar dan mengikuti daftar tunggu sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Tapi sebagai bupati, setidaknya Bapak mempunyai pemikiran strategis terkait pelaksanaan ibadah haji, kan?
“Saya memang sudah membicarakan banyak hal dengan Kabag Kesra Pemkab Muaraenim terkait pelaksanaan haji. Dengan ikut membaur ini, saya jadi tahu bagaimana kondisi para jamaah haji asal Muaraenim, sekaligus pelayanan yang diterima selama di tanah air hingga di tanah suci ini,” jelas Bupati.
Lantas, apa yang sudah teramati?
“Secara umum pelayanan yang diterima jamaah sudah baik. Tidak ada kendala berarti yang dirasakan oleh mereka. Semua tahapan ibadah haji sejauh ini pun berjalan sebagaimana mestinya,” imbuh kepala daerah yang menginap di Hotel Taiba Aldeafa bersama jamaah lainnya asal Muaraenim ini.
Ada lagi, Pak?
“Ya, ke depan akan kita lakukan beberapa terobosan yang mengarah pada bagaimana jamaah haji kita semakin nyaman, khusyu’ dan sempurna dalam ibadah. Bentuknya seperti apa, itu akan kita formulasikan setelah kepulangan haji nanti,” ungkapnya.
Khusus bagi JCH asal Muaraenim 2019, adakah kenang-kenangan atau cinderamata dari pemerintah kabupaten?
“Ada meski belum maksimal. Kita baru sebatas bantu mereka peralatan seperti kain sal, tas, dan kopiah. Doakan ke depan agar bisa lebih maksimal ya,” harap Bupati.
Biasanya seorang pejabat setingkat Bupati itu terikat dengan protokoler dan fasilitas yang lebih dari masyarakat lain pada umumnya. Tapi sepertinya dalam haji ini Bapak tidak. Bisa dijelaskan?
“Protokoler itu memang terkadang dibenarkan untuk acara atau kegiatan tertentu. Tapi untuk haji, ini kan semua tamu Allah. Semua sama di hadapan Allah Swt. Saya dan istri justru merasa enjoy dan nyaman ketika bisa dekat dengan rakyat. Justru di sini saya melihat warga yang terkejut ketika saya ajak ngobrol dan ngopi bersama,” selorohnya.
Terakhir, makna apa yang Bapak tangkap dengan keberangkatan 325 JCH asal Muaraenim?
“Yang jelas, jumlah JCH Muaraenim tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Ini setidaknya menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat di daerah ini semakin meningkat. Selain itu, keberadaan jamaah haji ini juga sangat potensial untuk mewujudkan visi Muaraenim yang agamis,” tandasnya.
Wawancara dengan Bupati Muaraenim berhenti seiring dengan telah adanya perintah dari pihak muasasah Madinah agar para jamaah segera menaiki bus yang hendak membawanya pergi ziarah ke tempat-tempat sejarah.
Sebelum menaiki bus itu, Bupati yang mantan anggota DPRD Sumsel dua periode itu pun menitipkan salam untuk masyarakat Muaraenim dan umumnya Sumsel bahwa keluarga mereka saat ini di Madinah sehat dan secara umum masih bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan baik. (shn)











