Idul Fitri 1447 H di Palembang: Ustad Satibi Darwis Ingatkan Iman Lebih Utama dari Harta

Writer: - Sabtu, 21 Maret 2026
Ustad Satibi Darwis menyampaikan khutbah Idul Fitri di Masjid Ar Rahmah Palembang dengan pesan istiqomah usai Ramadhan. (Foto; Sumselupdate.com/Edwar Heryadi)

Palembang, Sumselupdate.com – Masjid Ar Rahmah di Tanjung Barangan RT 04 RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang menggelar Shalat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026) dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Bertindak sebagai imam dan khotib, Ustad Satibi Darwis, Lc, MA, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat, menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya menjaga kualitas keimanan setelah Ramadhan.

Read More

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah spiritual bagi umat Islam. Selama satu bulan penuh, umat dilatih meningkatkan ibadah, di mana amalan sunnah bernilai seperti amalan wajib, sedangkan amalan wajib dilipatgandakan hingga 70 kali lipat.

Memasuki bulan Syawal, menurutnya, seorang muslim seharusnya mengalami peningkatan dalam dua hal utama, yakni hubungan horizontal dengan sesama manusia dan hubungan vertikal dengan Allah SWT.

“Keberhasilan Ramadhan bukan saat dijalani, tetapi bagaimana kita setelahnya. Apakah tetap istiqomah atau justru kembali lalai,” ujarnya.

Jamaah khusyuk menyimak khutbah Idul Fitri yang menekankan pentingnya menjaga iman dan ibadah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, kekuatan sejati seorang muslim terletak pada iman. Meski kekuatan fisik dan materi memiliki nilai, namun iman tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan.

Mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW, ia menyampaikan empat tuntunan penting untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pertama, setiap manusia harus fokus menjalankan peran sebagai hamba Allah SWT dan khalifah di bumi, dengan menjaga kewajiban utama seperti shalat lima waktu.

“Kita yang masih meninggalkan shalat, hendaknya segera memperbaiki, karena itu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Kedua, umat Islam diingatkan agar tidak pernah melupakan Allah SWT dalam setiap aktivitas kehidupan.

Ketiga, manusia hanya diwajibkan untuk berikhtiar, sementara hasil sepenuhnya merupakan ketentuan Allah SWT.

“Segala yang kita capai adalah bagian dari usaha dan kehendak Allah SWT, sehingga kita harus berserah diri setelah berusaha,” katanya.

Keempat, ia mengingatkan agar tidak berandai-andai terhadap takdir yang telah terjadi, melainkan menerima dengan ikhlas karena semua merupakan ketetapan Allah SWT.

Selain itu, momentum Idul Fitri juga dimaknai sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah, saling memaafkan, serta menghilangkan segala bentuk kebencian di antara sesama.

Usai Shalat Idul Fitri, seluruh jamaah Masjid Ar Rahmah melaksanakan tradisi saling bersalaman sebagai wujud saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak jelas, mencerminkan nilai-nilai Islam yang menekankan persaudaraan, keikhlasan, dan kedamaian.

Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperbaiki diri, menjaga istiqomah dalam ibadah, serta meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts