IDI Burmeso Memberikan Informasi Pengobatan Terkait Penyakit Rematik

Writer: - Sabtu, 30 November 2024
(Foto oleh peakSTOCK dari iStockphoto)

SALAH satu penyakit yang sering diderita oleh segala usia namun lebih sering orang dewasa adalah penyakit rematik. Rematik, atau lebih dikenal sebagai rheumatoid arthritis (RA), adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada sendi.

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Burmeso dengan alamat website idiburmeso.org  menjelaskan bahwa rematik sebenarnya adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya. IDI Cabang Burmeso juga menjelaskan bahwa rematik sering dikelompokkan dalam arthritis atau radang sendi, dan dapat mencakup berbagai kondisi, seperti Rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, Lupus, dan Ankylosing spondylitis. Rematik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis dan pengobatan dini dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik.

Read More

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait penyakit rematik kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit rematik?

(Foto oleh SewcreamStudio dari iStockphoto)

IDI Burmeso dengan alamat website idiburmeso.org  menjelaskan penyakit rematik, atau lebih spesifiknya rheumatoid arthritis (RA), adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan peradangan pada sendi. Meskipun penyebab pasti dari rematik belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang dianggap berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini meliputi:

  1. Faktor keturunan atau riwayat keluarga

Salah satu faktor terjadinya rematik adalah riwayat keluarga atau genetik. Riwayat keluarga dengan rematik dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit ini. Gen tertentu mungkin berperan dalam predisposisi terhadap RA.

  1. Gangguan autoimun

Penyakit rematik juga dapat disebabkan oleh gangguan autoimun. Sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya sinovium (membran yang melapisi sendi), menyebabkan peradangan dan kerusakan sehingga menimbulkan rematik.

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, obesitas tentu dapat menimbulkan berbagai penyakit. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada sendi, memperburuk gejala dan meningkatkan risiko peradangan.

  1. Infeksi virus dan faktor kebersihan lingkungan

Faktor terakhir adalah adanya virus pada tubuh. Beberapa infeksi virus atau bakteri dapat memicu respons autoimun yang mengarah pada rematik. Selain itu, faktor kebersihan lingkungan juga bisa menjadi penyebabnya. Paparan terhadap zat berbahaya seperti asbes atau silika dapat meningkatkan risiko terkena rematik.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengatasi penyakit rematik?

Pengobatan untuk penyakit rematik, khususnya rheumatoid arthritis, bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan memperlambat kerusakan sendi. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengatasi penyakit rematik meliputi:

  1. Cataflam

Obat pertama yang bisa dikonsumsi oleh penderita rematik adalah Cataflam. Obat ini mengandung diclofenac potassium, efektif untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat radang sendi. Dosis penggunaanya adalah 25 mg atau 50 mg, dikonsumsi 2-3 kali sehari setelah makan.

  1. Ibuprofen

Ibuprofen bisa menjadi pilihan kembali untuk mengatasi gejala dan penyakit rematik. Ibuprofen dapat meredakan nyeri dan menurunkan demam. Efektif untuk nyeri ringan hingga sedang. Untuk dosis penggunaannya biasanya 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.

  1. Kortikosteroid

Prednison adalah salah satu jenis obat yang dapat meredakan nyeri pada penderita rematik. Obat ini dapat mengurangi peradangan dan nyeri serta memperlambat kerusakan sendi. Umumnya digunakan untuk pengobatan jangka pendek saat gejala akut.

Pengobatan rematik harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, dengan penyesuaian dosis berdasarkan respons pasien terhadap pengobatan serta efek samping yang mungkin timbul. Kombinasi dari berbagai jenis obat seringkali diperlukan untuk mencapai hasil terbaik dalam pengelolaan penyakit ini.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts