Palembang, Sumselupdate.com – Irsan alias Ican (32), pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban Nur Fadhia Putri (8) mengaku sering didatangi arwah bocah kelas dua sekolah dasar itu sebelum ia tertangkap, agar dirinya mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.
“Saya merasa sering diganggu dan dia mendatangi saya selama melarikan diri kemarin. Waktu saya tidur, dia sering mencuil saya dan waktu bangun sepertinya dia sudah ada di di atas kepala saya. Saya ingin meminta maaf dengan korban atas perbuatan yang telah saya lakukan,” ucap Ican yang baru seminggu keluar dari penjara saat ditemui di ruang piket Satreskrim Polresta Palembang, Rabu (24/5/2017).
Dirinya menuturkan, korban dibunuh dengan cara dibekap mulut serta serta dicekik menggunakan tanggan. Lalu setelah NF tak berdaya barulah ia memperkosa korban. “Setelah saya setubuhi, tenyata masih bernapas. Saya cekik lagi hingga dia meninggal. Lalu saya panggil Andre untuk gilirannya. Kemudian, barulah mayatnya kami masukkan ke dalam karung,” tuturnya.
Disamping itu, terkait perilaku menyimpang tersebut, Ican mengaku karena saat masih berusia lima tahun ia pernah menjadi korban sodomi oleh tetangganya. Sehingga saat memasuki usia dewasa ia lebih mulai menyukai anak kecil ketimbang wanita dewasa.
“Itulah kenapa sekarang saya suka dengan anak kecil. “Karena pernah disodomi saya jadi merasa memiliki dendam. Tahun 2015 masuk penjara karena kasus sodomi. Tapi saya sungguh menyesal telah menghilangkan nyawa Putri,” jelasnya. (tra)











