Husni Thamrin : Program PKH Belum Tepat Sasaran

Senin, 17 Desember 2018
Husni Thamrin

Palembang, Sumselupdate.com – Program Keluarga harapan (PKH) yang seharusnya diterima masyarakat kurang mampu belum tepat sasaran. Di Palembang, program dari Kemensos RI banyak diterima masyarakat yang sudah mampu.

“Dari hasil reses yang dilakukan banyak masyarakat yang mengadu bahwa banyak masyarakat yang mampu justru menerima PKH,” ungkap anggota DPRD Sumsel, Husni Thamrin, Senin (17/12).

Jika penerima PKH tidak tepat sasaran, lanjut politisi Demokrat ini, maka program ini tidak berjalan dengan baik. Program yang seharusnya untuk masyarakat kurang mampu, justru diterima yang sudah mampu sehingga program ini tidak meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

“Dengan bantuan non tunai tersebut akan meringankan beban masyarakat. Kalau masyarakat justru yang mampu bagaimana kehidupan orang miskin,” kata Husni.

Advertisements

Persoalan ini, menurut Husni, dikarenakan tidak ada update data dari Kemensos maupun pemerintah daerah. Jika hanya menggunakan data yang lama maka penerima PKH tidak ada perubahan.

“Penerima PKH ini menggunakan data BPS yang sudah lama sehingga tidak ada perubahan. Kalau ada perubahan maka tentu penerima PKH akan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, dari laporan ketua rukun tetangga (RT) maupun lurah tidak dilibatkan oleh pemerintah sehingga penerima PKH tetap yang lama.

“Jika dari tingkat RT ada perubahan data maka penerima PKH juga pasti ada yang baru,” ujarnya.

Persoalan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kemensos dan Kemendagri sehingga dengan koordinasi tersebut dapat menuntaskan keluhan masyarakat ini.

“Ini akan kita sampaikan ke Kemensos dan Kemendagri sehingga program apapun yang bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (Mor)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.