Diwarnai Hujan Deras, Jampidum Datang ke Nusakambangan Pantau Eksekusi Mati

Jumat, 29 Juli 2016
Beberapa mobil keluarga dan kerabat terpidana mati keluar karena dibatasi hanya dua orang bisa masuk ke Lapas Nusakambangan, Kamis (28/7/2016). (kompas.com)

Cilacap, Sumselupdate.com – Kawasan Pelabuhan Wijayapura, Nusakambangan, Cilacap, tiba-tiba diguyur hujan deras dibarengi sambaran suara petir yang sangat keras, Kamis (28/7/2016) tengah malam. Padahal sesuai jadwal pelaksanaan eksekusi mati akan dilaksanakan kurang lebih sebentar lagi.

“Sekarang malam Jumat keramat ini. Wajar saja sekarang ada turun hujan besar dengan petir gede. Ini sekarang ramai di Nusakambangan mau ada tembak mati. Jumat keramat sekarang mas,” cetus Kusnanto (67), seorang kakek renta yang berada depan Pelabuhan Wijayapura, Nusakambangan seperti dikutip kompas.com.

Read More

Dengan nada lirih, Kusnanto meminta kepada seluruh wartawan yang berteduh di sebuah warung untuk sangat berhati-hati dengan kondisi seperti ini.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad menyambangi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangan Noor untuk memantau pelaksanaan eksekusi terpidana mati jilid III.

Noor Rachmad datang menumpang sebuah bus besar. Dia tiba di Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Jawa Tengah sekitar pukul 22.00 WIB.

Dia datang bersama dengan rombongan mobil yang dikawal mobil patwal. Urusan eksekusi terpidana mati memang berada di tangan Noor Rachmad selaku Jampidum.

Sinyal pelaksanaan eksekusi terpidana mati disebutkan akan dilakukan pada Jumat dini hari. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait hal tersebut. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts