Horee, Pemkab OKI Janji Bayar Pemborong Seratus Persen

Kepala BPKAD OKI, Ir H Mun’im

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Para pengusaha konstruksi (pemborong) yang mengikuti tender proyek di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sangat beruntung.

Bacaan Lainnya

Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), berjanji akan membayarkan seratus persen hasil pekerjaan proyek yang dilaksanakan.

Kepala BPKAD OKI, Ir H Mun’im MM kepada Sumselupdate.com mengatakan, tahun 2020, Pemkab OKI melalui BPKAD OKI dapat membayarkan pembayaran pekerjaan proyek kepada pihak ketiga atau pemborong seratus persen atau lunas.

“Memang kita mengalami defisit anggaran pada tahun 2017, sehingga kita terpaksa membayarkan pada tahun berikutnya. Dan pada tahun tersebut, pemborong hanya bisa mengambil uang muka saja,” ujar H Mun’im.

Namun, demikian lanjutnya, pada tahun berikutnya hingga tiga tahun terakhir, keuangan Pemkab OKI, tidak lagi mengalami defisit anggaran sehingga tidak terutang kepada pihak ketiga (pemborong).

Ketika ditanya untuk proyeksi anggaran tahun 2021, H Mun’im menjelaskan, pihaknya sudah mengagendakan beberapa jenis kegiatan.

“Tapi, kita berharap keuangan negara akan tetap baik. Sebab jika tidak stabil tentu akan berpengaruh juga terhadap keuangan daerah,”ungkapnya.

Mun’im sebelumnya juga telah mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, agar segera menyampaikan pertanggungjawaban di sisa anggaran.

Sebab ini sangat berpengaruh terhadap pelaporan ke pemerintah baik provinsi maupun pemerintah pusat. Dan hal ini akan menjadi catatan dalam penilaian BPK.

Menyinggung tentang serapan anggaran dana Refocusing Covid-19, H Mun’im menuturkan untuk penyerapan anggaran lebih dari 60 persen, sebagian besar digunakan untuk dana Bansos.

Sedangkan untuk serapan di bidang kesehatan agak sedikit. Hal ini disebabkan banyak bantuan kesehatan yang diterima baik dari tingkat provinsi maupun pusat.

“Untuk dana covid sendiri pada tahun 2021, Pemkab OKI menganggarkan melalui pos dana tidak terduga. Sebab kita belum mengetahui apakah pandemi covid 19 ini masih ada atau tidak. Dan kita menganggarkan sebesar Rp50 miliar itupun termasuk dana Karhutla, banjir dan pandemi Covid -19,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.