HNW Diskusi Peluang & Tantangan Pengembangan Madrasah Menuju Indonesia Emas

Kamis, 27 Juli 2023

Jakarta, Sumselupdate.com- Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR-RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menghadiri acara diskusi NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) bersama Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta dan ratusan Guru serta pengelola Madrasah se-Jakarta Pusat. Diskusi makin hangat karena dihadiri Ketua PCNU Jakarta Pusat, KH Syaifuddin M.E, yang fasih mensiasati tantangan untuk menghadirkan gagasan soal pengembangan madrasah menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita berada di era reformasi yang salah satu spiritnya adalah dukungan konkret bagi reformasi pendidikan dengan memperhatikan pendidikan keagamaan termasuk lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah dan Pesantren. Semua pihak harusnya mengawal agar dukungan ini terus berlanjut bahkan semakin meningkat hingga 100 tahun Indonesia merdeka,”ujar HNW Hidayat di kegiatan Ngopi, Selasa (25/7).

Read More

HNW menjelaskan, sebelum era reformasi, terminologi madrasah tidak disebutkan dalam Undang-Undang. Dampaknya, belum ada dukungan nyata Negara khususnya dari segi legalitas formal dan anggaran untuk peningkatan mutu dan eksistensi pendidikan melalui lembaga madrasah.

Frasa Madrasah baru diakui di era Reformasi, melalui UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Unsur pendidikan Islam yang juga menjadi nilai dalam Agama lain meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia, sebelum reformasi juga merupakan sesuatu yang tidak ditemukan dalam produk hukum apa pun.

Namun setelah era Reformasi, ketiga unsur penting pendidikan tersebut masuk sebagai tujuan pendidikan nasional dalam UUD NRI 1945 pasal 31 ayat(3). Dalam konteks memajukan pendidikan, Agama pun juga dipentingkan, sebagaimana termaktub dalam UUDNRI 1945 pasal 31 ayat 5.

“Kita bersyukur Konstitusi Indonesia sejak di era Reformasi membuka peluang besar hadirnya pendidikan Agama Islam yang unggul dan berkualitas. Meskipun di tataran teknis kebijakan, ada PR yang terus kami perjuangkan khususnya terkait keadilan alokasi anggaran antara pendidikan keagamaan dengan pendidikan umum, yang hingga kini masih timpang,”tutur HNW.

Era Reformasi lanjut HNW, juga menampilkan fakta berulang bahwa Madrasah bisa menjadi lembaga pendidikan tingkat nasional berkualitas, terbukti dengan tampilnya Madrasah Aliah Negri (MAN) Insan Cendekia Serpong sebagai sekolah diunggulkan, bahkan tahun 2022 menjadi rangking satu secara nasional.

Maka sangat dipentingkan peran serta Guru Madrasah tampil percaya diri, menjadi penggerak dan teladan, agar bonus demografi menuju generasi Indonesia Emas menjadi positif bukan yang negatif karena salah dasar dan salah arah berpendidikan. Apalagi menuju tahun 2045 tantangan dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan Islam, banyak dan kompleks juga.

Ketua PCNU Jakarta Pusat yang akrab disapa Gus Syaifuddin menuturkan, Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan diproyeksikan berada di peringkat 5 besar ekonomi dunia pada 5-10 tahun mendatang.

Oleh karena itu pendidikan Islam termasuk Madrasah harus sukses menghadirkan peserta didik yang berorientasi global dengan tetap mempertahankan prinsip keislaman dan keindionesiaan, sehingga bisa terlibat dalam segala bidang yang mendukung kemajuan Indonesia.

“Kunci lain menghadirkan persatuan antar pemangku kepentingan pendidikan Islam. Forum diskusi seperti Ngopi yang digagas HNW merupakan momentum penting penguatan soliditas dan kualitas khususnya di kalangan unsur Madrasah di Jakarta,” tutur Gus Syaifuddin.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts