Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan massa yang tergabung dalam perwakikan beberapa mahasiswa dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMSI ), BEM Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang, BEM Psikologi Unsri, dan BEM Psikologi Universitas Bina Darma ambil bagian mengkampanyekan berhenti melakukan kekerasan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental sedunia.
Ketua HIMSI wilayah Sumatera Selatan, M Uyun, Minggu (23/10/2016) di area Kambang Iwak Palembang mengatakan, sasaran yang diharapkan dari gerakan ini adalah mengajak masyarakat untuk peduli sesama serta menyampaikan pesan agar masyarakat secara bersama ikut berpartisipasi menjaga lingkungan dan keluarga dari bahaya kekerasan seks, lalu selanjutnya mengatasi trauma terhadap korban kekerasan seks.
“Kita berharap, dengan adanya gerakan kesehatan mental sedunia yang diperingati pada tanggal 10 hingga akhir Oktober ini, masyarakat akan semakin terbuka terhadap masalah psikologis yang dialami korban,” kata Uyun.
Lebih lanjut ia berharap ke depan setiap masyarakat akan fokus menyikapi masalah tersebut dan ikut berpartisipasi untuk melaporkan apabila menemukan masalah terhadap masalah psikologi kepada organisasi yang menangani masalah seperti HIMSI, untuk selanjutnya akan langsung ditangani oleh para psikolog yang ada.
Menurutnya memang secara data tidak bisa disampaikan secara rinci berapa banyak korban kekerasan seks yang ada di Sumsel, karena selama ini orang sangat tertutup dengan masalah ini dengan alasan aib bagi keluarga.
“Karena ini sifatnya kekerasan seks, maka banyak yang tidak membuka secara khusus masalahnya karena alasan aib bagi keluarga, makanya sulit dapat data yang valid, tapi ada bisa saja sekitar 10-15 kasus perbulan,” urainya. (adi)











