Hikmahbudhi Bangka Nilai Pilkada di Tengah Pandemi Kurang Tepat

Astrid Lidya Wijaya Ketua PC HIKMAHBUDHI Bangka

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang akan diselenggarakan di masa pandemi Covid-19 menimbulkan polemik di Tanah Air.

Sampai saat ini, kasus korban yang terpapar virus corona terus meningkat. Khususnya di Bangka Belitung yang mengalami peningkatan cukup signifikan pada beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Annatasya Astrid Lidya Wijaya selaku Ketua PC HIKMAHBUDHI Bangka menanggapi polemik tersebut dan menganggap bahwa pelaksanakan Pilkada di tengah masa pandemi dirasa kurang tepat.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada berpotensi dapat menyebabkan adanya kluster baru penyebaran Covid-19.

“Kalau saya pribadi saya kurang setuju karena dalam proses pelaksanaan pilkada tentunya mengumpulkan orang yang banyak sehingga sulit menerapkan protokol kesehatan kecuali pilkada dilakukan secara online,” ujar Astrid

Mengingat tingginya angka kerawanan jika Pilkada tetap dilaksanakan pada masa pandemi ini, Hikmahbudi Babel merasa bahwa pemerintah perlu menunda kembali pelaksanaan Pilkada minimal hingga bulan Januari 2021.

“Sudah pasti berpotensi menyebabkan klaster baru. Kalau menurut saya pemerintah sebaiknya menunda pilkada minimal sampai bulan Januari tahun depan” ujarnya

Jika Pilkada tetap dilaksanakan pada masa pandemi ini, maka Hikmahbudhi sebagai organisasi mahasiswa di Indonesia akan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat agar dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

“Hikmahbudhi sendiri akan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat supaya dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat” tuturnya.

Hikmahbudhi selaku organisasi mahasiswa tidak akan melakukan aksi dengan mengumpulkan masa karena hal tersebut dirasa bukan solusi yang tepat bahkan akan berpotensi menyebabkan keadaan yang lebih buruk bagi masyarakat.

“Hikmahbudhi tidak akan melakukan aksi dikarena menurut saya itu bukan solusi yang tepat dan malah akan menimbulkan keadaan yang lebih buruk,” ujarnya.

Selain itu, jika pemerintah tetap memutuskan untuk melaksanakan Pilkada di tengah Pandemi, maka Hikmahbudhi juga akan turut serta untuk ikut merayakan pesta demokrasi ini.

“Kalau pemerintah sudah menetapkan pilkada tetap dilaksanakan, maka sebagai warga negara yang baik kami tetap akan mengikut pilkada tersebut,” tutupnya. (Jip)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.