Heboh di Medsos Beredar Foto Tumpukan Sampah di Kawasan Shelter II Gunung Dempo Pagaralam

Tumpukan sampah di jalur pendakian Gunung Dempo Kota Pagaralam tepatnya di kawasan Shelter II menjadi perbincangan hangat masyarakat dan pencinta alam.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Adanya tumpukan sampah di jalur pendakian Gunung Dempo Kota Pagaralam tepatnya di kawasan Shelter II menjadi perbincangan hangat masyarakat terutama para pengiat pelestarian gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Viralnya tumpukkan sampah ini setelah foto maupun video beredar luas di laman facebook.

Tak lama kemudian, dengan inisiatif sendiri tumpukan sampah tersebut langsung dibersihkan oleh pecinta alam Kota Pagaralam yang tergabung Forum Pecinta Alam Pagaralam (Forpa).

Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam, Burlian sangat menyayangkan kondisi tersebut.

Menurut dia, seyogianya sebagai seorang pendaki harus dapat menjaga kondisi alam sekitar agar dapat terjaga kelestariannya.

“Kami sebagai Pemerintah Kota Pagaralam sangat menyayangkan hal itu. Ini menunjukan bahwa kesadaran sejumlah oknum pendaki dalam menjaga kebersihan lingkungan masih kurang,” cetus Burlian.

Untuk mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi, Burlian mengatakan, Pemkot Pagaralam merencanakan melakukan pengelolahan kawasan Gunung Dempo untuk menjaga lingkungan sekitarnya.

Pecinta alam yang tergabung Forum Pecinta Alam Pagaralam melakukan pembersihan tumpukkan sampah.

 

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak KPH Sumsel terkait rencana pengelolahan kawasan Gunung Dempo. Pasalnya kawasan Dempo ini merupakan hutan lindung yang di bawah naungan KPH Sumsel,” katanya.

Nantinya Pemkot Pagaralam akan melibatkan para pecinta alam Pagaralam untuk ikut mengelola kawasan Dempo.

“Nantinya akan kita bentuk organisasinya dan akan membuat protap pengelolahan kawasan Dempo itu sendiri. Kita harap rencana ini akan cepat terealisasi agar kedepan kawasan Dempo dapat terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Dian (32) pecinta alam Pagaralam mengharapkan agar rencana pengelolahan kawasan Dempo dapat segera direalisasikan. Hal ini agar kelestarian alam di kawasan Dempo dapat terjaga.

“Jika dikelola dengan baik maka kejadian ini tidak akan terulang. Karena berdasarkan aturannya setiap pendaki yang akan naik akan diperiksa barang bawaannya dan saat turun akan kembali diperiksa barang bawaannya,” ucap dia. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.