Heboh! Atlet Cabor Kempo Peraih Medali Emas Asal OKU Tewas Tenggelam di Sungai Ogan

Rabu, 2 Desember 2020
Petugas Rumah Sakit Umum Baturaja berusaha menolong korban, namun takdir berkata lain.

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak heboh.

Read More

Ini menyusul seorang atlet cabang olahraga (cabor) Kempo berprestasi tewas setelah hanyut terbawa arus Sungai Ogan usai mengikuti latihan fisik, Rabu (2/12/2020), sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban bernama YAP, seorang pelajar salah satu SMK Negeri di Kabupaten OKU, hanyut saat mandi bersama teman-temannya sore tadi.

Tubuh peraih medali emas Porprov XI di Kota Palembang pada tahun 2017 ditemukan Tim SAR OKU dibantu masyarakat sekitar pukul 19.33 WIB.

Tubuh korban ditemukan sekitar tiga ratus meter dari tempat korban tenggelam. Korban sempat dilarikan  ke Rumah Sakit Umum Baturaja untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun meski sudah dilakukan upaya pertolongan sementara, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Usai dilakukan visum sementara, jasad korban dibawa ke rumah duka di RT 12, Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, untuk disemayamkan.

Informasi dihimpun Sumselupdate.com di lapangan, awal bencana ini bermula korban bersama teman-temannya ZR,  AD, dan AR mandi bersama di Sungai Ogan.

Namun sebelum mandi bersama, keempatnya melakukan latihan fisik dengan melakukan jogging bersama.

Suasana usai evakuasi tubuh korban di Sungai Ogan.

Latihan fisik secara mandiri ini rutin dilakukan korban, lantaran peraih medali emas di kejuaraan Kempo di Bandung belum lama ini, rencananya akan mengikuti Porprov XIII tahun 2021 mendatang.

ZR, rekan korban menuturkan setelah latihan fisik, mereka bersepakat untuk mandi ke Sungai Ogan.

“Kami turun ke sungai lewat Jembatan Ogan III. Rencananya kami mau ke tiang jembatan yang ada di tengah sungai. Kami bertiga, yakni saya, AD, dan AR sudah lebih dulu ke sampai ke tiang jembatan, sedangkan korban YAP menyusul kami,” ujar ZR.

Menurut ZR, saat di tengah sungai, korban seakan kehabisan tenaga dan sempat melambaikan tangan meminta tolong dengan mereka bertiga.

“Kami sempat menolongnya namun belum sampai  ke pinggir sungai, kami juga kehabisan tenaga sehingga tangan korban terlepas dan akhirnya terbawa arus sungai. Kami sempat meminta tolong dengan warga yang sedang mancing di pinggir sungai, tapi tidak dihiraukan,” bebernya dengan nada sedih.

Setelah peristiwa tenggelamnya korban, menurut ZR, mereka memberitahukan ini dengan warga sambil meminta tolong agar korban bisa segera ditemukan.

Namun takdir berkata lain. Tubuh korban berhasil ditemukan beberapa jam setelah kejadian, namun meski pertolongan pertama sudah dilakukan, nyawa korban sudah tak bisa diselamatkan lagi. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts