Palembang, Sumselupdate.com –Kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Lahat, Giarno (30), Siswanti (28), dan Resa (9), tergolong sangat sadis.
Dari hasil otopsi diketahui jika Mrs X yang diketahui bernama Siswanti. yang merupakan istri Giarno sedang hamil muda.
Rupanya, korban terlebih dahulu dibantai baru kemudian suaminya dihabisi pelaku. Dari hasil otopsi Siswanti tewas dengan beberapa bacokan di kepala sebanyak tiga kali, namun tidak mengeluarkan darah segar.
Kemudian, di punggung terdapat tusukan dari senjata tajam yang berbeda hingga tembus ke paru paru.
Bukan hanya itu, di sekujur tubuh korban terdapat beberapa bacokan dan sayatan termasuk di leher.
Sedangkan pada Giarno terdapat tusukan di bagian bahu dan leher. Kemudian, pelaku juga menghabisi anak kedua pasutri ini bernama Resa.
Usai menghabisi ketiga korban, pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengambil kendaraan roda empat jenis Suzuki AVP warna hitam dengan nopol AT 8736 XH.
Diduga mobil inilah yang digunakan pelaku untuk membuang ketiga jenazah ketiga korban.
Dr Mansuri saat ditemui disela sela pelaksanaan otopsi mengatakan, dari hasil otopsi yang dilakukan pihaknya menerima 3 jenazah dari Polres OKU Timur.
“Akan tetapi yang kita periksa hanya dua jenazah Mr X dan Mrs X. Untuk anak belum kita lakukan otopsi. Yang pasti hasil otopsi Mrs X ini lebih dahulu meninggal dibandingkan yang laki laki,” jelasnya.
Sebelumnya, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Giarno di Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat pada Jumat (17/6).
Pantauan di rumah Giarno, kedatangan tim Labfor menarik perhatian warga. Tak hanya itu, lokasi kejadian yang berada di depan Jalinsum yang menghubungkan Lahat-Muaraenim juga menarik perhatian para sopir yang penasaran.
Ketiga korban sendiri dihabisi pelaku di kediaman sekaligus tempat usahanya berdagang bakso bernama ‘Mas Gi Lahat’ di Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Oleh para pelaku, mayat ketiga korban dibuang ke Desa Sukajaya, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur. Jasad ketiganya ditemukan warga pada Rabu, 16 Juni 2016.
Atas penemuan mayat ini, petugas Polsek OKU Timur membawa ketiga jenazah ke RS Bhayangkara Polda Sumsel pada Jumat (17/6) sekitar pukul 02.30.
Siang harinya sekitar pukul 14.00, ketiga jenazah dilakukan otopsi yang dipimpin langsung oleh Dr indra Sakti Nasution, DR Mansuri, dan Drg Fauzan. (ery)











