Hasil Investigasi DLH Sumsel, Jika Bau Amonia Pabrik PT Pusri Picu Warga Muntah-muntah

Rabu, 7 November 2018
Pabrik PT Pusri

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel memanggil jajaran manajemen PT Pusri Palembang.

Pemanggilan tersebut terkait pencemaran bau amonia yang sempat terjadi pada pekan lalu.

Read More

Kepala Bidang (Kabid) Gakkum DLH dan Pertanahan Provinsi Sumsel Andi mengatakan, pihaknya pada Minggu (5/11) lalu sudah menerjunkan tim ke lapangan guna memeriksa laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran bau amonia yang terjadi.

“Kami sudah memanggil manajemen Pusri agar dapat memberikan penjelasan kronologis kejadian, serta mengenai standar-standar emergency yang ada di Pusri,” katanya, Rabu (7/11/2018).

Dikatakannya, dari hasil investigasi tim di lapangan, pihaknya mendapatkan keterangan dari Ketua RT 12, Kelurahan 1 Ilir bahwa dibenarkan saat Kamis malam terjadi paparan berupa bau uap amonia yang menyebabkan warga muntah-muntah dan mata terasa perih.

Selain itu, sambung dia, tercatat ada 27 warga yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusri untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya dipersilahkan pulang.

Pihak Pusri juga sudah membuka posko pengobatan gratis di lokasi kejadian sampai dengan 6 November 2018.

“Saat ini sumber paparan dari uap amonia tersebut sudah normal, kita minta Pusri segera memberikan keterangan dalam waktu satu atau dua hari ini,” tegasnya.

Masih dijelaskan dia, dugaan sementara terjadi veting uap amonia atau istilahnya popping pada saat penghidupan kembali pabrik dari sebelumnya dimatikan.

“Dengan kata lain terjadi saat startup, akibat adanya tekanan lebih. Itu merupakan bagian dari sistem kendali pabrik untuk menghindari dampak yang lebih parah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya sejauh ini belum bisa memastikan, sebelum ada penjelasan kronologis dari manajemen Pusri.

Dikatakan, jika berdasarkan sistem operasi tidak ada yang salah mengingat sistem tersebut sifatnya otomatis untuk menghindari hal-hal yang lebih fatal.

“Namun, untuk sementara saran ke pihak Pusri jika ada rencana startup sebaiknya menugaskan personel di lokasi yang jika terjadi kemungkinan terburuk terdampak, sehingga langkah antisipasi bisa lebih dini dilakukan,” tutupnya. (syd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts