Hari Pahlawan, Guru Honor Sekolah Swasta di PALI Dapat Kabar Pahit

Kamis, 10 November 2016
Ilustrasi

PALI, Sumselupdate.com – Pada momen Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini Kamis (10/11/2016), di Bumi Serepat Serasan diwarnai kabar pahit yang mendera guru honor di sekolah swasta yang ada di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Guru yang kita kenal dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa.

Pasalnya, beredar kabar di sosial media, untuk Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang berstatus guru honor di sekolah swasta tidak akan mendapat tunjangan transport lagi dari Pemerintah Kabupaten PALI.

Read More

Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh M Taufik, kepala SMA YPIP Peris kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

“Terhitung sejak bulan Juni 2016 lalu, guru honor di sekolah swasta di kabupaten PALI sudah tidak mendapat tunjangan transport lagi. Katanya, karena mereka (guru honor SMA Swasta-red) tidak mengikuti Ujian Kompetensi Tenaga Kerja Sukarela (UK TKS) beberapa waktu lalu,” terang Taufik.

Diakui Taufik, selama ini para guru honor sekolah swasta mendapat tunjangan transport dari Pemkab PALI sebesar Rp 250.000,- per bulan, namun pasca UK TKS tunjangan tersebut tidak diberikan lagi.

“Memang guru honor sekolah swasta tidak ikut UK TKS, tapi tetap mereka juga tenaga pendidik yang berusaha mendidik para pelajar di PALI demi kemajuan kabupaten PALU,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar ada solusi terbaik yang dihadirkan oleh Bupati PALI kepada para guru honor.

“Meski besaran nominalnya tidak besar, setidaknya itu bisa menambah motivasi mereka ketika menyalurkan ilmunya kepada anak didik yang dipersiapkan untuk generasi muda di Kabupaten PALI. Semoga ada solusi dari pemkab PALI,” harapnya.

Sementara itu, Vera, guru honor di salah satu sekolah swasta yang ada di PALI mengeluhkan distopnya tunjangan transport yang diberikan pemkab PALI.

“Iyo kak, tunjangan transport distop, mano gajian tidak tiap bulan nerimonyo. Selama ini kami terima tunjangan transport sebesar Rp 250.000,00/ bulan. Lumayan kak, nambahi penghasilan kami serta semangat kami untuk mengajar. Kalau memang benar-benar distop, kami dak tahu lagi kak. Yang pasti kami akan tetep ngajar,” keluhnya kepada sumselupdate.com.

Sebelumnya, di sosial media telah dijawab oleh Bupati PALI Ir H Heri Amalindo, MM agar para guru menyampaikan langsung ke dirinya unek-unek yang dirasakan guru honor.

“Iya pak sebaiknya bapak ketemu dengan saya supaya jelas permasalahannya, biar unek2 sampean bisa tersalurkan,” ungkapnya di komentar melalui akun facebook Heri Amalindo. (adj) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts