Palembang, sumselupdate.com – Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan Dex series mempengaruhi terjadinya deflasi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi BPS Sumsel Intan Yudistri Pebrina, mengatakan, secara month to month (mtm), Sumsel mengalami deflasi di angka 0,12 persen.
“Komoditas penyumbang deflasi yang turut andil termasuk BBM dan bensin pada September 2024 lalu,” katanya, Kamis (3/10/2024).
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, tercatat pada September 2024, Harga Pertamax Series dan Dex Series menurun dengan penyesuaian berkala harga BBM non subsidi, dan penurunan tersebut turut andil dalam pergerakan deflasi di Sumsel.
“Harga BBM non subsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari.
Baca juga : Hari Pertama Berkantor di Mapolda Sumsel, Irjen Andi Rian R Djajdi Disambut Meriah
Penyesuaian harga meliputi Pertamax Turbo (RON 98), menjadi Rp14.800, Pertamax (RON 92) menjadi Rp13.250. Sedangkan untuk Dexlite (CN 51) harganya Rp14.400 dan Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp14.900 per liternya. Harga tersebut berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 7,5 persen di Sumsel, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung.
Baca juga : Pantang Menyerah, Pejuang Api Semangat Pakai Dexlite dan Pertamax Padamkan Karhutla
“Evaluasi dan penyesuaian harga bisa naik dan turun, tergantung tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. September, semua harga BBM non subsidi Pertamina turun harga” jelasnya. (Iya)











