Harga Mau Naik, Perokok di PALI Mulai Resah

Ilustrasi Perokok

PALI, Sumselupdate.com – Rencana pemerintah pusat yang akan menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu/bungkus mulai bulan depan, membuat sebagian besar perokok aktif yang ada di Bumi Serepat Serasan resah.
Namun tak sedikit juga yang mendukung rencana tersebut dengan alasan bahaya merokok dapat merusak kesehatan.

Seperti yang dikatakan Kowi (50) warga Talang Ojan kelurahan Talang Ubi Utara, kepada awak media, Senin (22/8), pria yang sehari-hari bertugas penjaga parkir di pasar Pendopo ini merasa bingung mendengar rencana tersebut.

“Bagaimana nanti saja, apabila harga rokok naik, soalnya aku tidak bisa pisah dengan rokok,” katanya yang mengaku biasa mengkonsumsi rokok 3 bungkus/harinya.

Sama halnya dengan Debi, bahwa kebiasaan merokok susah untuk berhenti. “Aku sudah coba berhenti, namun susah. Kalau nanti pemerintah jadi menaikkan harga rokok, paling aku bisa mengurangi saja, kalau berhenti total rasanya tidak sanggup,” ujarnya.

Beda halnya dengan Erlan, salah satu warga Talang Pipa kecamatan Talang Ubi bahwa dirinya mendukung penuh rencana tersebut.

“Awalnya aku merokok, namun ketika aku sakit, baru terasa bahwa merokok banyak ruginya. Rencana pemerintah itu aku sangat mendukung, karena walau tidak bisa menghentikan perokok, minimal bisa mengurangi,” ungkapnya.

Sementara itu, Suherman, salah satu tokoh masyarakat kabupaten PALI menilai bahwa kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga rokok tidak akan berpengaruh banyak.

“Kalau sudah pecandu berat, semahal apapun harga rokok pasti masih dibeli. Namun apabila pemerintah ingin menyuruh rakyatnya berhenti merokok, seharusnya bisa tegas dengan menutup seluruh pabrik rokok dan tidak mendatangkan rokok dari luar negeri,” jelasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.