Harga Getah Karet Anjlok Lagi, Petani di OKU Menjerit

Senin, 3 April 2017
Seorang petani karet di Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU menyadap karet, Senin (3/4/2017). Dalam beberapa hari terakhir harga getah karet kembali anjlok.

Baturaja,Sumselupdate.com – Belum puas merasakan kenaikan harga, kini petani karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kembali merasakan anjloknya harga getah karet.

Jika sebelumnya pada Desember 2016 hingga  pertengahan Maret 2017, para petani karet masih menikmati harga karet di atas Rp10 ribu per kilogram, kini petani karet dipaksa menerima harga karet dibawah Rp9.000 per kilogram.

Read More

Dengan harga seperti itu, pendapatan petani karet otomatis turun drastis.

Diungkapkan Lakoni, petani karet Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Sinar Peninjauan, pekan ini harga karet mingguan di Desanya hanya dihargai Rp7 ribu per kilogram.

“Bulan lalu harga karet mingguan harganya Rp10.800 per kilogram, kini cuma Rp7 ribu per kilogram,” ungkap Naim, Senin (3/4/2017).

Dikatakannya, dengan turunnya harga getah karet, mempersulit keuangan keluarga.

Dirinya menduga, turunnya harga karet dipicu mekanisme pasar yang dimonopoli oleh oknum cukong–cukong atau tauke karet.

“Alasannya harga karet di pabrik turun. Mau tidak mau, petani menjual karet dengan harga murah,” ujar Naim.

Kendati demikian, petani karet masih memilih bertahan untuk menyadap seraya menunggu harga karet membaik.

Namun, kalau harga terus menurun, bukan tidak mungkin para petani karet akan kerja serabutan.

“Karena harga karet naik, otomatis warga mulai melakukan perawatan. Namun, melihat trend harga terus turun petani mulai enggan melakukan perawatan. Karena dibutuhkan modal besar,” tandasnya.

Hal senada dikeluhkan Nasir, petani karet di Desa Kedondong, Kecamatan Peninjauan.

Harga karet yang naik beberapa waktu lalu cukup mengembirakan walaupun tak sesuai yang diharapkan. “Nah ini sudah turun lagi, bisa kacau ekonomi kami,” ucapnya.

Keluhan sama disampaikan Sutarjo, buruh karet di Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap.

Dikatakan Sutarjo, harga karet di Kecamatan Sosoh Buay Rayap lebih parah lagi.

Saat ini harga karet mingguan di Kecamatan Sosoh Buay Rayap dihargai Rp6.600 per kilogram dari harga sebelumnya Rp10.500 per kilogram.

“Karet dua mingguan Rp8.200 per kilogram dari harga Rp12.000 per kilogram,” ucap Sutarjo.

Ditambahkannya, selain harga jual murah curah hujan yang tinggi juga membuat petani semakin enggan untuk menyadap getah karet.

Curah hujan yang tinggi menyulitkan petani untuk menyadap getah karet, sebab alur getah pada pohon karet akan terisi air hujan dan hal itu akan membuat mangkuk penampung getah akan cepat penuh oleh air hujan.

“Karena sering turun hujan sehingga satu minggu terakhir saya hanya menyadap tiga hari. Kami berharap harga karet ini normal lagi,” terangnya.

Turunnya harga getah karet diakui Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fahrurrozi.

Menurutnya, yang menentukan harga karet adalah pasar karena itu petani diharapkan menggunakan bahan pengental yang dianjurkan.

“Sekarang ini yang bisa dilakukan oleh petani dengan meningkatkan kualitas karet rakyat supaya harganya walaupun turun tidak terlalu rendah,” kata Fahrurrozi  ketika ditemui DPRD Sumsel, Senin (3/4/2017).

Dia menyarankan, petani membuat kelompok unit pengolahan dan pemasaran bahan (UPPB) karet dan tidak melakukan penjualan sendiri-sendiri.

“Jika menjual secara berkelompok dapat mengundang pihak pabrik, sehingga dapat melakukan penawaran dengan sistem lelang. Namun jika menjual sendiri-sendiri rantainya panjang, apalagi menjual ke tengkulak sehingga bisa menurunkan harga di tingkat petani,” jelasnya. (wid/ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts