Hama Ulat Bulu Kembali Serang Alpukat Petani Pagaralam

Hama ulat bulu menyerang pohon alpukat di Pagaraman, dan membuat petani terancam panen, Rabu Kamis (12/11/2020).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Hama ulat bulu kembali menyerang pohon alpukat milik warga Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Hama yang semakin banyak dan nyaris memenuhi seluruh bagian pohon alpukat, membuat warga semakin khawatir.

Banyaknya hama ulat bulu ini, membuat petani tidak bisa memanen buah alpukat. Pasalnya petani tidak bisa memanjat pohon untuk mengambil buahnya.

Selain resah karena tidak bisa memanen buah alpukat, warga juga khawatir jika hama ulat yang sudah sangat banyak tersebut masuk ke dalam rumah. Pasalnya ulat yang tidak hanya berada di pohon namun mulai berada di dinding rumah.

Salah satu warga Pagaralam, Aryus mengatakan, pihaknya sangat resah dengan kondisi banyaknya ulat di pohon alpukat miliknya.

“Banyak sekali dek, bahkan sudah memenuhi seluruh daun sampai ke batang pohon. Akibatnya kami tidak bisa memanen buahnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, warga meminta dinas terkait untuk dapat melakukan penanggulangan hama tersebut. Agar warga bisa memanen buah Alpukat yang memang menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

Ulat bulu yang menghinggapi batang alpukat milik warga Kota Pagaralam, Sumsel.

“Biasanya setiap hari selalu ada pengepul yang datang untuk membeli buah Alpukat kami ini. Namun sejak banyaknya ulat ini mereka takut untuk mengambil buahnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono melalui Kabid Hultikultura, Dessy mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan petani alpukat tersebut.

Pihaknya akan meminta petugas untuk melakukan pengecekan kelapangan untuk mengetahui jenis hama ulatnya.

“Kami memang memiliki petugas pengendali hama. Jadi nanti kami akan meminta petugas untuk melakukan pengecekan kelapangan agar bisa tahu bagaimana cara mengendalikan hama ulat yang dikeluhkan warga tersebut,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.