Halangi Tugas Wartawan, Ketua PWI akan Lapor Polisi

Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrin.

Empat Lawang, Sumselupdate.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Empat Lawang, akan melaporkan tindakan oknum pegawai Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang ke Polres Empat Lawang, terkait pelarangan wartawan meliput kegiatan, malam grand final Pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Rabu malam (21/7/2021), di gedung Serbaguna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang.

“Saya sangat kecewa dan menyesali atas tindakan dari oknum pegawai dari Dinas Pariwisata tersebut yang melarang wartawan masuk gedung untuk meliput kegiatan Ajang pemilihan bujang gadis empat lawang,” kata Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrin.

Bacaan Lainnya

Beni menerangkan, akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang dan PWI Sumsel.

“Hari ini saya bersama pengurus PWI akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang, terkait pelarangan wartawan, jelas tindakan tersebut melanggar UU Pers, yang menghalangi kebebasan Pers,” terangnya.

Lebih lanjut Beni menerangkan pelarangan bagi wartawan untuk meliput kegiatan tersebut sama sekali tidak beralasan. Hal itu sama saja dengan melakukan pembredelan terhadap wartawan. Nyaris serupa dengan ulah pemerintahan di zaman orde baru. Sementara di masa pandemi wartawan merupakan salah satu garda terdepan dalam menyampaikan prokes serta perubahan prilaku di tengah masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh oknum pegawai serta pihak Dinas Pariwisata terhadap wartawan yang akan melakukan kegiatan jurnalistik untuk meliput kegiatan pemerintah itu. Sama halnya dengan membredel dan membungkam wartawan,” tegasnya.

Di era sekarang masih saja ada saja pihak terlebih lagi pemerintah, yang melarang wartawan melakukan liputan, tidak ubahnya membunuh profesi wartawan. Padahal kegiatan atau aktivitas wartawan melakukan liputan itu diatur di dalam undang-undang, bukan peraturan presiden atau peraturan pemerintah daerah. Artinya hukum yang diatur dalam undang-undang itu adalah hukum tertinggi.

“Sepertinya pembunuhan terhadap profesi wartawan seperti zaman orba sudah mulai muncul dan perlahan-lahan diterapkan dan dilegalkan,” tandasnya. (frz)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.