Hadiri Pemakaman Satria, Kapolres OKU: Kasus ini Jadi Perhatian Kami!

Sabtu, 13 Oktober 2018
Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari saat menaburkan bunga pemakaman korban perampokan.

Baturaja, Sumselupdate.com – Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari turut serta menghadiri pemakaman Satria (15) korban penembakan kawanan perampok di Lorong Ogan pada Jumat dinihari kemarin.

Kapolres serta ratusan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) turut mengantarkan jenazah Satria (15) bin M Yunus ke tempat peristirahatan terakhir.

Read More

Keranda jenazah korban penembakan kawanan pencuri sepeda motor ini diusung sejauh dua kilometer dari rumah duka di Lorong Ogan, Kecamatan Baturaja Timur menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Sabtu (13/10/2018).

Turut hadir menyaksikan secara langsung prosesi pemakaman tersebut, Kapolda Sumsel yang diwakili  Karo Rena Polda Sumsel Kombes Pol Lamazi, Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari, Wakapolres OKU Kompol Nurhadiansyah, Kabag Ops Kompol Yuskar, Kasat Reskrim AKP Alex Andrian serta pejabat utama Polres OKU lainnya.

“Mewakili Kapolda Sumsel dan kami atas nama Kapolres OKU turut berduka cita yang sangat mendalam atas kejadian ini yang menyebabkan Satria menjadi korban,” kata Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari saat menyampaikan sambutannya.

Dikatakan Kapolres, Satria sangatlah luar biasa. Sebab di usianya yang masih belia ia telah memiliki rasa tanggung jawab yang belum tentu semua orang memilikinya. Ia dengan sigap mencoba menggagalkan aksi pencurian meskipun dengan keluguannya akhirnya ia menjadi korban.

“Terkadang orang baik cepat sekali Allah mengambilnya. Adik kita ini sangat luar biasa, banggalah kedua orang tuanya, semoga almarhum mendapat tempat yang terindah di sisinya,” ucap Kapolres.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mencoba menggagalkan tindak pencurian dengan kekerasan, ditegaskannya kasus ini menjadi atensi pihaknya dan ia telah memerintahkan jajarannya yang juga akan dibantu oleh Tim Jatanras Polda Sumsel untuk mengungkap kasus ini.

Untuk itu Kapolres memohon doa dan bantuan kepada seluruh masyarakat agar kasus ini cepat terungkap, apabila ada informasi Kapolres meminta untuk segera disampaikan ke pihaknya.

“Tim Jatanras Polda Sumsel hari ini akan merapat, apabila ada informasi tolong disampaikan, saya tidak akan membiarkan kezoliman ini terjadi,” tukasnya.

Sementara itu, Susi ibu kandung korban meminta pihak terkait bisa secepatnya mengungkap kasus pembunuhan yang dialami oleh anak kesayangannya. “Tolong Pak ditangkap pelakunya,” pintanya sambil menahan tangis.

Sebagaimana diketahui korban Satria yang kesehariannya ikut membantu berjualan nasi goreng tewas dengan luka tembak tepat di bagian belakang kepalanya.

Korban menemui ajal lantaran ditembak satu dari enam pelaku pencurian sepeda motor dengan kekerasan di dekat kediamannya di kawasan Lorong Ogan, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Jumat (12/10/2018) dinihari.

Satria ditembak dari jarak dekat lantaran ikut menghadang enam pelaku yang gagal melakukan aksi perampokan di kawasan tersebut.

Seorang warga setempat, yang namanya tidak mau disebut menceritakan, korban kesehariannya bekerja sebagai karyawan nasi goreng di kawasan Ramayana.

Sekitar pukul 01.00 korban pulang kerja. Karena dekat rumah ada warga hajatan, korban keluar kembali untuk kumpul-kumpul. “Tiba-tiba ada ribut orang mau mencuri sepeda motor dan berhasil digagalkan warga,” katanya.

Enam pelaku kabur, menuju jalan arah Jembatan Ogan I. Warga yang ada berusaha mengejar para pelaku.

Tepat depan langgar, dekat tenda hajatan warga, salah satu pelaku mencabut senjata api dan meletuskan satu kali tembakan.

“Tembakan pelaku mengenai korban hingga luka di bagian belakang kepalanya, dan terjatuh hingga meninggal dunia. Korban sempat dibawa ke RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja,” ceritanya.

Warga menceritakan, korban merupakan orang baik, mudah bergaul, dan ramah. Usianya memang masih muda. Namun memiliki sifat sopan santun dengan warga lainnya. “Dak nyangko kalau bisa jadi begini,” ujarnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts