Hadapi UN, SMA Negeri 1 Air Itam Bekali Siswa Selama Tiga Bulan

Kemiran, SPdI

PALI, Sumselupdate.com – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 4 April mendatang. Berbagai persiapan pun dilakukan SMA-SMA yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Seperti yang dilakukan SMA Negeri 1 Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pihaknya telah melakukan persiapan menghadapi UN tiga bulan ini.

“Sejak Januari, kami telah menambah jam belajar siswa untuk kelas XII melalui les sepulang sekolah siswa. Dengan tambahan 2 jam pelajaran, diharapkan bisa memaksimalkan pelajaran yang ada pada kurikulum setiap bidang study,” terang Kemiran, SPdI kepala SMA Negeri 1 Air Itam ketika dijumpai Sumselupdate.com di kantornya, Kamis (31/3).

Selain itu, pihaknya juga besok akan menggelar yasinan dan doa bersama seluruh siswa dan guru di sekolah.

“Besok kita juga akan gelar yasinan dan doa bersama. Kita berdoa agar diberi kelancaran pada saat UN. Dan seluruh siswa di SMA Negeri 1 Air itam lulus dengan nilai memuaskan, serta berdoa agar di kabupaten PALI juga lulus semua,” tambahnya.

Pria yang baru menjabat tujuh bulan ini mengaku untuk siswa yang mengikuti UN di sekolahnya sudah dibekali ilmu, mental, dan dukungan motivasi.

“Kita juga sudah melakukan Ujian Try Out sebanyak tiga kali. Jadi, secara mental mereka juga sudah kami bekali agar pada saat pelaksanaan UN tidak gugup. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) juga sudah sesuai dengan kurikulum, jadi semua materi pelajaran sudah diberikan kepada mereka (siswa –red),” tambah Kemiran.

Kemiran tidak menampik jika dirinya dan sekolah ingin juga melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun, lagi-lagi terkendala fasilitas sarana yang terbatas.

“Kepingin juga kami gelar UNBK, tapi mau bagaimana lagi, komputer kami baru ada tujuh unit. Sedangkan yang UN sebanyak 122 siswa yang dibagi menjadi 7 lokal. Tentu tidak akan cukup, ditambah jaringan listrik dan sinyal yang masih susah. Semoga, pemerintah bisa membantu kami, karena kalau mengandalkan dana BOS, tentu tidak akan terwujud. Padahal sekolah ini sudah 15 tahun berdiri,” pungkasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.