PALI, sumselupdate.com – Terkait pemberitaan yang mengabarkan ada 2700 gaji guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengalami keterlambatan pembayaran gaji akibat adanya tunggakan atau pinjaman ke Bank Sumselbabel, sejumlah guru yang berstatus PNS tingkat SMA di PALI mengaku tidak mengalami hal itu.
Bahkan, dirinya juga telah mengetahui jalur pemotongan yang dilakukan pihak bank karena adanya tunggakan atau pinjaman.
“Alhamdulillah gaji kami sudah cair, begitu pula dengan guru-guru PNS yang lain. Memang untuk guru yang ada tunggakan langsung dipotong oleh pihak Bank, namun itu yang membuat kalang kabut hanya di dua bulan awal. Untuk saat ini, tidak,” ungkap salah satu guru yang berstatus PNS di PALI yang tidak ingin namanya dipublikasikan demi kenyamanan dirinya dalam bekerja.
Sebelumnya diberitakan di sejumlah media hari ini bahwa sebanyak 2700 guru PNS mengalami keterlambatan gaji, dan 150 di antaranya berasal dari guru PNS di PALI. Namun, setelah sumselupdate.com melakukan pengumpulan data di sejumlah SMA, tidak menemukan adanya guru PNS yang belum menerima gaji untuk bulan ini.
Menanggapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI menyayangkan masih saja terjadi kasus keterlambatan gaji yang dialami guru-guru.
Seharusnya, dinas terkait menggelar duduk bersama satu meja dengan pihak Bank. Jangan sampai, dengan berbagai macam alasan lantas membuat guru menjadi korban.
“Harusnya dinas pendidikan provinsi dan Bank Sumsel Babel duduk bersama satu meja, agar guru-guru dan TU di Sumsel tidak jadi korban,” ungkap H Darmadi Suhaimi, SH wakil ketua 2 DPRD Kabupaten PALI, Selasa (6/6/2017).
Lebih lanjut dikemukakan oleh Darmadi, pihaknya tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi.
“Tentu kita tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Ini harus segera diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut,” pungkas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (adj)











