Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 6 Kilometer ke Arah Besuk Kobokan

Writer: - Sabtu, 14 Februari 2026
Gunung Semeru erupsi. [ANTARA/HO-PVMBG]

Jakarta, Sumselupdate.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/2/2026) pagi dengan luncuran awan panas mencapai enam kilometer dari puncak kawah.

Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu menunjukkan peningkatan aktivitas sejak fajar. Kondisi tersebut memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah sekitar.

Read More

Erupsi pertama dilaporkan terjadi pada pukul 05.54 WIB. Awan panas guguran terpantau mengarah ke sektor tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan. Sebaran abu vulkanik juga teramati bergerak mengikuti arah angin.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan timur laut.

“Terjadi erupsi pada pukul 05.54 WIB berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan). Sebaran abu teramati mengarah ke timur laut–utara,” ujarnya.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 07.25 WIB. Tinggi kolom letusan kedua teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 mdpl.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik,” katanya.

Sigit menjelaskan, saat ini Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama. (Antara)

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts