PALI, Sumselupdate.com – Sejumlah pemudik yang ingin memotong jalur dari Kota Prabumulih menuju Lubuklinggau yang melintasi jalur alternatif di wilayah Kabupaten PALI menggunakan peta digital, baik GPS tracking atau Google Maps banyak terjebak kondisi jalan yang belum rampung dikerjakan.
Seperti dialami pemudik dari Kota Bandung yang berangkat dari Provinsi Bengkulu. Dirinya yang menggunakan mobil pribadi jenis mini bus ini akan pulang ke Bandung menggunakan jalur alternatif dengan mengandalkan peta digital di ponsel.
Namun, saat melintasi Desa Persiapan Simpang Solar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, kendaraan pemudik justru terjebak di kubangan lumpur lantaran pembangunan di wilayah tersebut belum rampung.
“Kita pakai GPS di HP, jadi sinyalnya sering hilang. Dari peta kita ditunjukkan untuk melintasi jalan ini (Desa Simpang Solar), dapat memotong jalur juga, tapi tidak tahu kalau ada jalan yang belum dibangun atau penuh kubangan lumpur begini,” jelas Sardiman (52), Sabtu (8/6).
Lebih lanjut, pemudik yang mengajak keempat anaknya ini menjelaskan bahwa dirinya selain mengetahui jalur mudik alternatif ini melalui searching’an di google dan saran keluarga yang pernah melintasasi jalur alternatif menuju Kabupaten PALI ini.
“Ada kakak sepupu yang pernah lewat sini juga, kalau kita baru pertama kali. Jadi kita disarankan melintasi jalan ini yang memang lebih dekat menuju Prabumulih dan menuju jalur ke Jawa, bisa samapai 4 atau 5 jam selisihnya. Memang kondisi dari Lubuklinggau jalan batu karena masih milik perusahaan,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, salah satu warga menjelaskan bahwa pada hari ini saja sudah ada sejumlah kendaraan yang terjebak untuk melintasi jalur di Desa Persiapan Simpang Solar ini dan harus memutar menggunakan jalan batu milik perusahaan yang ada di wilayah tersebut.
“Jalan yang rusak jaraknya hanya 500 meter, tapi kerusakannya sangat parah, selain berlumpur dalam hingga setengah meter lebih, juga genangan air mengakibatkan kondisi jalan tanah ini semakin licin,” ucap Selamat.
“Kendaraan roda dua saja yang melintas harus lewat pekarangan rumah warga. Jalan ini juga sudah cukup lama tidak dilakukan perbaikan oleh pemerintah,” kata Selamat yang ikut membantu pemudik yang terjebak saat mencoba jalan tersebut.
Dilanjutkan Selamat, bahwa kendaraan pemudik yang salah jalan tersebut sudah terjadi sejak awal arus mudik akhir puasa lalu. Dan kurangnya pemberitahuan atau rambu dipersimpangan jalan juga membuat pemudik nekat mencoba jalan desa tersebut.
“Kemarin memang ada tanda kalau jalan ini rusak, tapi sudah lama, mungkin sudah rusak atau hilang. Dan saat melintasi jalan ini banyak yang tidak menanyakan terlebih dahulu, jalan ini dapat dilalui atau tidak. Kemarin juga ada konvoian kendaraan pemudik dari medan yang mau keJawa, dan mutar jalan perusahaan lagi melihat kondisi jalan lumpur ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PU Kabupaten PALI Etty Murniati menjelaskan, memang ada sejumlah jalan di dalam Kabupaten PALI yang dilalui pemudik belum dilakukan perbaikan.
“Memang jalan kita ada beberapa yang akan dilalui atau masuk jalur mudik belum dibenahi,” pungkasnya. (adj)











