PALI, Sumselupdate.com — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru sangat optimis kabupaten PALI, bisa menjadi Brunei-nya Sumatera.
Hal itu disampaikan langsung oleh Herman Deru, saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-7 DPRD PALI, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun kabupaten PALI ke-9, Jumat (22/4/2022) bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD PALI di Jalan Pian Komplek Pertamina Pendopo, kecamatan Talang Ubi.
Dikatakan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini, bahwa kabupaten PALI memiliki potensi yang melimpah agar bisa menjadi Brunei-Nya Sumatera.
Ditambah lagi dengan letak yang strategis, membuat kabupaten PALI merupakan titik tengah Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi segitiga emas.
Bahkan, Herman Deru juga menyebut jika letak kabupaten PALI, yang sangat strategis itu benar-benar dimanfaatkan secara baik dan tepat, maka sangat memungkinkan kabupaten PALI, akan menjadi pusat perdagangan kedua setelah Palembang.
“Saya telah melihat betapa banyak potensi-potensi yang dimiliki kabupaten PALI ini, kalau dikembangkan saya yakin PALI akan menjadi kabupaten besar asalkan rukun dan solid. Menjadi Bruneinya Sumatera juga bukan tidak mungkin terwujud mengingat PALI berada pada segitiga emas provinsi Sumatera Selatan,” kata Gubernur.
Dengan dipimpin oleh H. Heri Amalindo sebagai Bupati PALI, Gubernur memberikan apresiasinya karena telah banyak perubahan yang dialami kabupaten pecahan dari kabupaten Muara Enim itu.
“Keberhasilan ini adalah berkat capaian pemimpinnya dengan didukung seluruh elemen. Dari pemerintah provinsi juga telah membantu kabupaten PALI. Bantuan itu bukan karena gubernur baik tapi memang sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti contoh pembangunan jalan penghubung PALI-Musi Rawas, dimana jalur itu cukup strategis untuk meningkatkan perekonomian dua daerah itu,” tambah Gubernur.
Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumsel itu juga memuji pegawai yang bekerja di kabupaten PALI karena mereka rela menempati kantor yang masih menyewa karena mengutamakan pembangunan infrastruktur publik.
“Kalau boleh saya jujur, saya terharu terhadap pegawai di PALI yang mengutamakan pembangunan infrastruktur ketimbang membangun perkantoran, terlebih lagi anggota dewan yang terhormat yang masih menempati kantor yang sederhana. Tetapi mudah-mudahan kedepan Pemkab PALI segera melaksanakan pembangunan perkantoran agar pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati PALI, H. Heri Amalindo mengatakan bahwa pembangunan yang telah dicapai adalah berkat dukungan semua anggota DPRD, elemen masyarakat dan stakeholder.
“Akan menjadi sangat istimewa ketika anggota DPRD, masyarakat dan stakeholder lainnya mampu selaras dalam mewujudkan PALI yang lebih baik. Kami juga sampaikan apresiasi terhadap semua lapisan masyarakat dan semua lembaga yang telah mendukung program pemerintah yang telah berjalan,” kata Bupati.
Diakui Bupati bahwa pembangunan yang telah berjalan juga tidak lepas dari bantuan Gubernur Sumatera selatan.
“Meski wabah pandemi covid-19, pak Gubernur telah membantu pembangunan di kabupaten PALI, dimana tahun 2020 gubernur telah membantu kabupaten PALI sebesar Rp 50 miliar lebih dan tahun 2021 sebesar Rp 80 miliar lebih. Tentunya kami masih berharap dibantu kembali untuk melanjutkan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” tutup Bupati.
Capaian kabupaten PALI dibawah kepemimpinan H Heri Amalindo dan Drs H Soemarjono turut menuai pujian sejumlah tokoh masyarakat, salahsatunya, Aka Cholik Darlin, tokoh masyarakat asal kecamatan Tanah Abang.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten PALI itu mengatakan sejak H. Heri Amalindo ditunjuk sebagai Penjabat Bupati tahun 2013 lalu hingga dilantik menjadi bupati untuk kedua kalinya berpasangan dengan H. Soemarjono terus memacu pembangunan di semua lini dengan target utamanya tahun 2022 ini tetap masih fokus pada pembangunan infrastruktur publik.
Terbukti, telah banyak terlihat di sana-sini bentangan jalan yang tadinya berlumpur ketika penghujan dan penuh debu apabila musim kemarau. Jalan-jalan tersebut kini seolah disulap menjadi jalan cor beton bahkan ada yang sudah diaspal.
“Pembangunan infrastruktur jalan tak hanya di fokuskan di dalam ibukota kabupaten PALI saja, yakni di wilayah Talang Ubi saja, melainkan hampir di seluruh pelosok yang dulunya belum pernah tersentuh pembangunan. Warga pedesaan yang rata-rata berprofesi sebagai petani karet, tak lagi susah untuk mengeluarkan atau menjual hasil panennya karena akses jalan yang kini mudah ditempuh,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, birokrasi pun terus dibenahi. Terbukti beberapa waktu lalu, Bupati merombak puluhan pejabat dari pejabat administrator, pengawas hingga kepala sekolah, sebagai upaya mencari formasi yang tepat guna percepatan pembangunan di Bumi Serepat Serasan.
“Banyak lagi langkah yang telah ditempuh H Heri Amalindo, pusat pelayanan kesehatan banyak berdiri di sana-sini termasuk pembangunan RSUD. Belum lagi sarana pendidikan sampai ke pelosok desa. Atas capaian hingga usia Ke-9 ini, saya yakin ke depan PALI akan semakin maju,” tukasnya. (adv/adj)











