Palembang, Sumselupdate.com – Bayi yang ditemukan di dalam mesin cuci di sebuah rumah di Jalan Telaga No 9, Rt 41, Rw 14, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Senin (4/11) belakangan diketahui dilakukan oleh Sutina, pembantu rumah tangga Azhar, putra dari mantan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki.
Pengacara keluarga Ishak Mekki, Suharyono SH mengatakan sebelum bayi ditemukan Sutina terlihat berada didalam kamar mandi rumah dan dilihat Dedek Wulandari yang juga pembantu bekerja dirumah Azhar.
“Melihat Sutina berada dikamar mandi lalu diketuk oleh Dedek dan bertanya kepada Sutina mengapa pelaku berada di dalam kamar mandi dan saat itu Sutina menjawab kalau dirinya sedang sakit perut,” ujar Suharyono ditemui di rumah Ishak Mekki di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Selasa (5/11/2019).
Setelah itu, Sutina meminta tolong Sulastri untuk diambilkan handuk, Sulastri pun mengambilkan handuk lalu diberikan kepada Sutina yang berada didalam kamar mandi. Tidak lama setelah itu, Sutina meminta tolong Dedek untuk mengambilkan pakaiannya. Dedek pun memberikan pakaian kepada Sutina yang masih berada didalam kamar mandi.
Setelah itu, Sutina keluar dari kamar mandi dengan membawa pakaiannya, lalu Sutina naik ke lantai 2 rumah dan masuk ke dalam kamar mandi yang berada dikamar. Saat keluar dari dalam kamar mandi kondisi Sutina dalam keadaan pucat.
Melihat kondisi Sutina dalam keadaan pucat, Sulastri membawa Sutina turun ke bawah lalu diajak saksi Anisa untuk pergi berobat. Setelah Sutina berada didalam mobil Sulastri dan Dedek Wulandari mencari kartu identitas Sutina untuk kepentingan berobat.
Saat mencari identitas Sutina didalam kamarnya. Sulastri dan Dedek mendengar suara bayi dari dalam mesin cuci yang berada didalam kamar mandi. Dedek pun memberi tahukan kepada Sulastri untuk mencari sumber suara bayi lalu mendekati ke arah mesin cuci yang ada di dalam kamar mandi.
Setelah periksa bersama beberapa saksi didalam mesin cuci dan melihat ada bungkusan kantong plastik yang di balut dengan handuk. Bungkusan tersebut diambil dan diletakkan di lantai kamar mandi lalu dibuka oleh saksi setelah dibuka ternyata isi yang ada di dalam kantong plastik tersebut berisi sesosok bayi laki – laki.
Melihat itu Dedek lalu mengeluarkan bayi dari dalam kantong plastik dan diletakkan di atas handuk dan bayi pun langsung menggendong. Karena kondisi bayi sangat memprihatinkan Dedek bersama saksi lainnya lalu membawa bayi laki-laki ke Rumah Sakit Siloam.
Setiba dirumah sakit Siloam bayi laki-laki langsung di berikan tindakan medis diruangan NICU, dan setelah dilakukan perawatan diruangan NICU sekitar pukul 20.30 Wib pihak rumah sakit menyatakan bayi laki-laki tersebut sudah meninggal dunia.
Sementara itu, dari keterangan pihak Rumah Sakit Bhayangkara bahwa mayat tersebut sudah tak bernyawa lagi. “Bayi tersebut sudah sampai semalem,” ujar Zul, penjaga Instalasi Forensik RS Bhayangkara.
Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, dr Indra Sakti Nasution Spkf mengatakan ditemukan luka lecet di leher sebelah kiri dan bibir atas sebelah kanan bayi malang tersebut. “Namun kami tidak bisa memastikan secara pasti penyebab meninggalnya bayi tersebut. Sebab hanya melakukan pemeriksaan luar,” ujarnya.
Dikatakan dr Indra, dari kondisinya, diketahui bayi tersebut diperkirakan berusia 9 bulan dan cukup masa untuk dilahirkan. “Kami telah melakukan pemeriksaan dan selanjutnya kami kembalikan ke tim penyidik,” tandasnya. (tra)











