Geger, Pelajar SMKN 2 Muaraenim Tewas Bersimbah Darah di Rumah Kosong

Kamis, 29 Juni 2023
Kasus pembunuhan di Muaraenim.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, sumselupdate.com – Warga Pasar III, Muaraenim, digegerkan  atas ditemukan sesosok mayat laki-laki diduga korban kasus pembunuhan tergeletak dalam rumah kosong milik B. Fidlan Zen di Jln Pramuka III Lorong PGRI No. 46 Rt. 01 Rw. 04 Kelurahan Pasar III Muaraenim, Kecamatan MuareEnim, Kabupaten Muaraenim Sumsel, Rabu (28/06/2023) pukul 16.15 WIB.

Read More

Informasi dihimpun berdasarkan keterangan saksi Nadir Firlan (53) pekerjaan pedagang warga Jalan Pramuka III Lorong PGRI, Kelurahan Pasar III, Muaraenim dan Sulani Elvita (41), korban pembunuhan  diketahui bernama Hafiz Zelo (16) pelajar kelas X SMK N 2 Muaraenim merupakan warga Jalan Tembesu tepatnya di belakang Catering Suramadu, Rumah Tumbuh Kelurahan Muaraenim.

Sementara pelaku diduga RN (18) belum bekerja beralamat di Jalan Pramuka III Lorong PGRI Kelurahan Pasar III Muaraenim.

Peristiwa berdarah tersebut diketahui terjadi, Rabu (28/6/2023) pukul 12.00 WIB, diduga pelaku RN bersama kedua orang tuanya Nadir Firlan dan Sulani Elvita selesai makan siang di Toko miliknya yang ada di Jalan Pramuka III No. 370 depan pasar pagi Muaraenim.

Setelah selesai makan siang bersama kedua orang tuanya, diduga pelaku RN pergi meninggalkan toko pukul 15.00 WIB lalu saksi Sulani Elvita kembali ke rumahnya di Jalan Pramuka Lorong PGRI samping TKP merupakan rumah orang tuanya dan dalam keadaan kosong.

Pada saat hendak pulang, Sulani Elvita melihat pintu depan rumah orang tuanya dalam keadaan terbuka, selanjutnya Sulani Elvita masuk ke rumah tersebut melihat banyak darah di lantai dan RN sedang menyiram dan mengepel lantai rumah tersebut.

Kemudian Sulani Elvita menanyakan kepada terduga pelaku kenapa banyak darah dan pelaku RN mengusir ibunya Sulani Elvita.  Dimana saat itu saksi Sulani Elvita meminta terduga pelaku RN untuk ke toko dan melapor kepada ayahnya Nadir Firlan perihal banyaknya darah tersebut.

Selanjutnya, ayah pelaku yakni Nadir Firlan memerintahkan agar RN tetap di toko. Kemudian ayah terduga pelaku kembali, takut anaknya pergi meninggalkan toko.

Setelah, ia tiba di toko RN sudah tidak ada lagi, lalu Nadir Firlan kembali ke rumahnya, memeriksa rumah orang tuanya yang berada di samping rumahnya.

Pada saat di rumah tersebut ayah ia melihat banyak darah di kamar belakang dan terdapat satu unit sepeda motor Yamaha Mio BG 6317 OD warna putih, satu Unit Helm merek NHK warna merah hitam, satu Unit HP Android.

Hingga kemudian ia memeriksa gudang yang berada di belakang rumah tersebut dan menemukan sesosok  mayat laki-laki yang berlumuran darah ditutup dengan triplek. Melihat hal tersebut ia mendatangi Polres Muaraenim untuk melaporkan penemuan mayat laki-laki berlumur darah tersebut.

Setelah dilakukan olah TKP kemudian korban dibawa ke RSUD Dr HM Rabain Muaraenim untuk dilakukan Visum Et Revertum dan dilakukan pemeriksaan oleh dr Revi selaku dokter jaga IGD RSUD pada tubuh korban didapati luka-luka yang di alami berupa 12 luka bacok di kepala bagian atas dan sebelah kanan dengan kedalaman rata rata dasar tengkorak dengan ukuran rata-rata lebar 5 cm dan panjang 14 cm.

Dimana, kondisi korban berlumur darah dengan tiga luka benda tumpul di bagian pungung sebelah kanan, luka bacok benda tajam di tangan kiri panjang 9 leber 2 cm, luka bacok tangan sebelah kanan panjang 11 cm lebar 1 cm.

Dimana, di TKP tersebut juga ditemukan sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang bergagang kayu dengan panjang lebih kurang 40 Cm,1 buah batu uleh berdiameter Lebih kurang 8 Cm, 1unit sepeda motor Yamaha Moi warna putih No. Pol: BG 6317 OD, satu buah Helm merek NHK warna hitam merah,satu unit Hp Android warna merah. Panci alumunium berukuran besar untuk menyiram air di lantai.

Sementara, berdasarkan keterangan dari kakak kandung korban Fitri Alsyah, korban meninggalkan rumah sekira pukul 12.00 WIB dengan alasan main ke tempat temannya kemudian korban pergi dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna Putih Dengan No. Pol : BG 6317 OD.

Selanjutnya pukul 14.00 WIB, Yenas mengirim pesan singkat kepada korban dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dan berkata “Dek baliklah ayah sudah marah” kemudian Yenas menelpon korban namun, tidak diangkat dan kemudian kembali ditelpon HP nya sudah tidak aktif lagi.

“Berdasarkan hasil chatting korban dengan terduga pelaku RN dengan menggunakan Aplikasi Whats App, terduga pelaku pertama kali chatting korban hari Senin 26 Juni 2023 dan memberitahu jika RN telah berganti nomor Handphone, kemudian pada hari Selasa tanggal 27 Juni 2023 terduga pelaku chating kepada korban agar pada hari rabu meminta tolong agar menemani dirinya namun tidak tau tujuan kemana, pada hari ini Rabu tanggal 28 Juni 2023 korban chating RN menanyakan kepastian untuk dibantu dan RN menjawab jadi jam 12 siang, selanjutnya sekira pukul 12.00 korban datang ke rumah RN,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts