Gawat, OKU Masuk Lingkaran Endemis Penyakit Kaki Gajah

Jumat, 11 November 2016
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Erwin Akil SKM.

Baturaja, Sumselupdate.com -Program pemberian obat Filariasis (Kaki Gajah-Red) di Kabupaten OKU sudah dilakukan dan terdistribusi dengan baik ke seluruh masyarakat. Hal ini ditegaskan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Erwin Akil SKM, Jumat (11/11/2016).

Secara kasus tidak ditemukan penderita filariasis di OKU, namun daerah ini berada dalam lingkaran kawasan endemis kaki gajah. “Untuk temuan kasus sendiri tidak ada, namun ditemukan di kabupaten sekitar, jadi dapat dikatakan kita berada dalam kawasan endemis kaki gajah,” tambahnya.

Read More

Program yang dicanangkan Menteri Kesehatan 2002 melalui Permenkes nomor 612/MENKES/VI/2004 tentang Pelaksanaan Pemetaan Endemisitas Filariasis, Pengobatan Massal Daerah Endemis Filariasis dan Tatalaksana Penderita Filariasis di Semua Daerah melalui pengobatan massal.

Dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. “Ini tahun ke-2 untuk OKU dan serentak dimulai pada 1 Oktober lalu secara nasional,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk kabupaten OKU sendiri program ini tanpa menggunakan APBD dan murni 100 persen dibiayai oleh NGO USAID. “Ada 50 kabupaten/kota yang dibiayai NGO, OKU termasuk salah satunya,” jelasnya.

Distribusi sendiri dilakukan langsung melalui pos pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan di setiap desa. “Dari target nasional 65 persen dari jumlah penduduk. Jadi OKU sudah bisa dibilang selesai karna kita sudah mencapai 94 persen, sisanya adalah anak usia di bawah 2 tahun, lansia dan ibu hamil,” pungkasnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts