Laporan: Candra Budiman
Palembang, Sumselupdate.com – Dengan modus menggunakan aplikasi chatting layanan seks sesama jenis atau gay, lima pemuda menggasak barang berharga milik korbannya dengan menggunakan ancaman.
Akibat ulahnya, kelima pemuda yang diketahui bernama M Wahyu alias Wahyu, Purnawan alias Wawan, M Ari Tarik Al-Fasah, M Panca alias Apek, dan Alam Pratama, diamankan anggota unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang di tempat berbeda pada Minggu (6/11/2022) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Haris Dinzah mengatakan pelaku berjumlah delapan orang. Di mana lima orang di antaranya merupakan pelaku utama dan tiga lainnya penadah.
“Untuk modusnya sendiri, pelaku berbagi tugas. Di mana satu pelaku melakukan chatting dengan korban yang chatting-nya mengarah ke penyuka sesama jenis,” ucap Kompol Haris Dinzah, Senin (6/11/2022).
Setelah dipancing dan diundang serta korbannya telah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku kemudian menawarkan diri untuk melakukan hubungan sesama jenis.
Kemudian, ketika korban telah membuka seluruh baju dengan seorang pelaku, tiba-tiba teman-teman pelaku lainnya datang menggrebek.
“Di sini korban diancam para pelaku akan dibawa ke aparat polisi ataupun perangkat RT setempat, sehingga korban memberikan barang berharganya. Tapi dari informasi yang kita dapatkan dari keterangan seorang pelaku, bahwa ada juga korbannya melawan dan pelaku melakukan kekerasan terhadap korban,” terangnya.
Kelima pelaku juga sudah tiga kali melakukan aksi tersebut dengan modus yang sama. Dan aksi terakhir kali yang dilakukan para pelaku terjadi pada 4 November 2022 lalu di Jalan Timur tepatnya SDN 21 Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang dengan korban Raymond Hutagaol.
“Selain mengamankan pelaku, anggota kita turut mengamankan satu unit kendaraan bermotor dan enam unit Handphone berbagai merek dari hasil kejahatan mereka,” ungkap Haris.
Sementara itu, pelaku Wahyu mengakui perbuatannya telah melakukan aksi tersebut bersama temannya. “Untuk handphonenya kami jual bervariasi tapi yang terakhir kami jual Rp1,4 juta, dan uangnya kami bagi rata. Uang bagian saya, sudah habis untuk bermain slot,” tuturnya. (**)











