Palembang, Sumselupdate.com – Polemik gaji guru yang terus menjadi perbincangan publik lantaran molor, baik itu gaji PNS, lebih-lebih gaji guru honor daerah – dinilai Pemerintah terkesan abai. Selain abai, pemerintah terkait juga tak proaktif dan cepat tanggap, apalagi sampai lima bulan gaji guru honor belum terbayarkan.
Pengamat Pendidikan DR Syarwani Ahmad, MM, sangat menyayangkan birokrasi yang menyulut keterlambatan gaji guru. Seharusnya, evaluasi terus dilakukan, apalagi menyangkut gaji yang bukan hanya satu atau dua bulan yang molor.
Menurutnya, tentu seluruh unsur harus mencermati hal ini secara menyeluruh, mulai dari Dinas Pendidikan dalam hal ini Disdik Sumsel harus Proaktif kenapa terlambat.
“Cari tahu apa alasannya, telusuri. Jika alasan data, maka jangan sampai selama ini. Nah, jika alasan kas daerah tentu harus diprioritaskan, karena ini tentang pendidikan,” jelasnya, Selasa (6/6/2017).
Bagaimana jika menuntut kualitas pendidikan baik jika gaji saja terlambat, karena ini menyangkut dapur para guru yang sama memiliki kebutuhan hidup.
“Kalau yang jadi alasan payung hukum kenapa lama sekali hingga lima bulan lebih, kan bisa mengajukan ke DPR,” pungkasnya. (sbw)











