Gabbard Pangkas Anggaran Intelijen AS, Hemat Rp11,4 Triliun per Tahun

Writer: - Jumat, 22 Agustus 2025
Para pengunjuk rasa berkumpul di Grand Park, pusat kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 5 April 2025, untuk menentang kebijakan-kebijakan kontroversial yang diumumkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. (Xinhua/Qiu Chen)

Washington, Sumselupdate.com – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) di era Presiden Donald Trump, Tulsi Gabbard, mengumumkan langkah efisiensi besar-besaran di kantornya.

Ia menargetkan pemangkasan pemborosan lebih dari 40 persen, yang diperkirakan menghemat anggaran hingga 700 juta dolar AS atau sekitar Rp11,4 triliun per tahun (1 dolar AS = Rp16.291).

Read More

“Selama 20 tahun terakhir, Kantor Direktur Intelijen Nasional (Office of the Director of National Intelligence/ODNI) menjadi lembaga yang gemuk dan tidak efisien. Komunitas intelijen juga marak dengan penyalahgunaan kekuasaan, kebocoran intelijen rahasia secara ilegal, dan politisasi intelijen,” ujar Gabbard dalam pernyataannya, Rabu (20/8/2025).

Gabbard menegaskan, pemangkasan ini ditujukan agar ODNI lebih fokus menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat integrasi intelijen, pemberi panduan strategis, serta pengawas komunitas intelijen.

ODNI dibentuk setelah serangan teroris 11 September 2001 yang menyingkap berbagai kegagalan sistemik di lembaga intelijen AS.

Kehadiran ODNI bertujuan mengoordinasikan 18 badan intelijen dan memastikan informasi yang diberikan kepada presiden maupun pengambil kebijakan akurat, tepat waktu, dan bebas kepentingan politik.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts