FSP ISSI Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan Pabrik Semen di Kaltim!  

Suasana Kongres VI FSP ISSI di River Side Restoran Palembang, Minggu (31/10/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Federasi Serikat Pekerja (FSP) Industri Semen Seluruh Indonesia (ISSI) mendesak pemerintah menghentikan pendirian pabrik semen di Kalimantan Timur (Kaltim).

Read More

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Industri Semen Seluruh Indonesia (ISSI), Faisal Arif dalam Kongres VI di River Side Restoran Palembang, Minggu (31/10/2021) mengatakan, pembangunan pabrik semen di Kaltim mengancam kaum buruh yang ada di Indonesia.

Maka dari itu menurut Faisal, kebijakan pemerintah memberikan izin pembangunan pabrik semen di Kaltim kurang tepat.

“Kami tidak benci Investasi atas kebijakan pemerintah yang saat ini memberikan perhatian terhadap kebijakan omnibus law,” ujarnya kepada awak media.

Namun menurut Faisal Arif, pemerintah setidaknya memberikan perhatian atas jaminan pekerjaan, jaminan upah, dan sosial buruh di Indonesia yang mana akan ada persoalan bila investasi masuk ke Indonesia dan tak berpihak kepada buruh yang ada.

Ia mengungkapkan pembangunan pabrik di Kaltim tidak tepat sasaran karena saat ini produksi suplai over kapasitas.

Berfoto bersama usai Kongres VI FSP ISSI di River Side Restoran Palembang, Minggu (31/10/2021).

“Dari 100 persen perusahaan yang ada ya hanya 62 persen yang efektif yang produktif dan pabrik semenbaru muncul. Lantas bagaimana nasib buruh di situ,” katanya.

Dikatakannya secara real sudah terlihat ada buruh yang sudah di-PHK dan pendirian pabrik semen baru terus terjadi.

“Kita sudah meminta kepada Kementerian  Perindustrian untuk tidak memberikan izin pembangunan pabrik baru kecuali di Indonesia Timur Papua dan Maluku. Sebenarnya bisa tak dibangun itu Kalimantan Timur 15 juta ton produksi masih tercukupi,” katanya.

Pantauan Sumselupdate.com dalam Kongres VI 2021 FSP-ISI Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia, selain menolak pembangunan pabrik semen di Kaltim, juga disepakati beberapa poin.

Beberapa poin itu adalah Pertama; Mendesak Mahkamah Konstitusi untuk membentalkan Undang-undang cipta Kerja.

Kedua; Rekomendasinya adalah kita akan mendukungan pendirian partai buru melalui rumah buru Indonesia sebagai pilar dari konfederasi serikat buruh Indonesia.

Ketiga; Menghentikan pendirian izin pembangunan pabrik semen bafu di dalam negeri.

Keempat; Mendesak pemeeintah atau mengkaji kembali tentang kebijakkan impor kriker dan semen

Kelima; Menunda pajak karbon di Industri semen Nasional. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.