Palembang, Sumselupdate.com – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda membuka Pelatihan Cluster Lurah Program Kota tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Palembang 2019, Jumat (28/6/2019) di Ruang Parameswara.
Menurutnya, Program KotaKu sudah memiliki pemetaan dari Kementerian. Berdasarkan laporan dari 59 titik yang disepakati termasuk lingkungan kumuh dari 2014 sampai dengan 2018 memang sudah ada sekitar pengurangan masalah lingkungan kumuh sebesar 50 persen.
“Memang ada kriteria-kriterianya kawasan itu artinya lingkungan dan alhamdulillah setiap tahun berkurang,” ujarnya.
Namun karena banyak yang harus dituntaskan, Fitri mengatakan penanganannya harus bertahap karena keterbatasan anggaran. “Jadi kita alokasikan kepada lingkungan-lingkungan yang betul-betul masih dalam arti kumuh yang membutuhkan perhatian Pemerintah Kota Palembang,” jelansya.
Sementara itu Kepala Bappeda & Litbang Kota Palembang Ir Harrey Hadi mengatakan penanganan masalah lingkungan kumuh ini akan menghasilkan dampak yang lebih besar, tidak hanya 50 persen saja karena sejak 2014-2018 sudah banyak yang dilakukan Pemkot Palembang bersama Program KotaKu pengentasan kawasan kumuh sampai 70 persen berkurang.
“Untuk itulah terus kita dorong terus dan mengawasi supaya pengerjaan-pengerjaannya bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan,” katanya.
Harrey menyebutkan, dari data 2014 sebanyak 2.500 hektar kawasan kumuh sudah turun kira-kira kurang lebih 50 persen atau sekitar 1.400 Ha.
“Jadi tentu ini berkat sinergitas dari program-program baik melalui pemerintah pusat dan daerah di program kota tanpa kumuh maupun beberapa program APBD bedah rumah kota Palembang,” bebernya.
Tahun ini lanjut Harrey, pihaknya memfokuskan daerah Seberang Ulu (SU) untuk pengentasan kawasan kumuh, sesuai kriteria dianataranya sanitasi kemudian limbah sampai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Kalau di Seberang Ilir ada di 99 titik, memang lebih banyak di Seberang Ulu dan tentu ini akan menjadi prioritas penting bagi pemerintah kota Palembang,” pungkasnya. (syd)











