Fakta Kasus Kades Tersangkut Dugaan Penganiayaan Dari Aksi Demo Warga Hingga Demo Balasan

Writer: - Sabtu, 2 Agustus 2025
Ratusan warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, melakukan unjuk rasa dama di halaman Kantor Bupati Muaraenim dan DPRD setempat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Muaraenim, Sumselupdate.com – Kasus Pizi, warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim diduga dianiaya Kepala Desanya Rusmada yang sempat mencuat kepermukaan dan viral yang terjadi, Sabtu malam (31/5/2025), sekitar pukul 20.00 WIB, kian memanas.

Pasalnya setelah korban melapor ke Polsek Gunung Megang, nomor LP/B/79/6/2825/Sumsel/polsek Gunung Megang, Minggu (1/6/2025), dan hingga muncul serangkaian aksi demonstrasi ratusan warga Tanjung Terang.

Read More

Aksi damai yang mengatasnamakan warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, juga digelar di depan Mapolda Sumatera Selatan pada Kamis (31/7/2025).

Para pengunjuk rasa membawa sejumlah tuntutan, termasuk meminta pencopotan Kapolsek Gunung Megang dan penghentian laporan polisi terhadap Kepala Desa mereka, Rusmada.

Sebelumnya, ratusan warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, melakukan aksi demo di halaman Kantor Bupati Muaraenim dan DPRD setempat.

Warga menuntut Kepala Desa Tanjung Terang Rusmada di-nonaktifkan dari jabatannya, hal ini terkait dugaan penganiayaan kades dengan warganya yang terjadi beberapa minggu lalu.

Tak hanya sekali, selanjutnya, ratusan warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, melakukan demonstrasi di halaman Pengadilan setempat, Kamis (3/7/2025).

Massa mendesak pihak pengadilan untuk mempertimbangkan kasus Kades Tanjung Terang Rusmada, yang diduga telah melakukan aksi kekerasan terhadap warganya.

Bahkan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Kegiatan ini dilaksanakan setelah adanya laporan masyarakat terkait permintaan penonaktifan kepala desa setempat. Giat ini dilaksanakan di Balai Desa, Kamis (3/7/2025).

Menanggapi hal ini, puluhan warga asli Desa Tanjung Terang membuat pernyataan keras terkait demo di depan Mapolda Sumatera Selatan.

Di mana mereka beranggapan aksi demo tersebut tidak mewakili masyarakat. Bahkan mereka menuliskan dan membacakan langsung tujuh pernyataan keras di desa mereka.

“Terkait aksi demo yang mengatas namakan warga Desa Tanjung Terang itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan, bahkan belasan orang itu ada yang bukan warga kami. Anehnya lagi beberapa perangkat desa malah turut melaksanakan aksi demo tersebut, seharusnya mereka itu bersifat netral. Tujuh tuntutan ini kami bacakan secara terbuka dan kami tembuskan ke Polda Sumsel, Polres Muaraenim, Kejari Muaraenim, Bupati Muaraenim, Kapolsek Gunung Megang, Camat Gunung Megang dan BPD Tanjung Terang,” ungkap Fadil perwakilan warga Tanjung Terang, Jumat (1/8/2025) kepada awak media.

Sementara Kapolsek Gunung Megang AKP Aisen Hower dihubungi awak media melalui pesan WA, membenarkan adanya warga Desa Tanjung Terang melaporkan Kades Rusmada ke Polsek Gunung Megang beberapa waktu lalu, dan saat ini pihaknya terus memperdalam kasus tersebut.

“Prosesnya sudah naik ke Sidik, kita proses sesuai dengan prosedur yang ada. Untuk saat ini sudah lima kali kita melakukan pemanggilan namun Rusmada belum bersedia untuk diperiksa, bahkan dia tidak datang, namun ini tetap kita proses,” jawabnya singkat.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts