Fakta Baru, Tidak Hanya Mengubur, Muslimin Ternyata Ikut Membunuh Sidik Purwanto

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi. (Foto: Yuliana)

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Setelah tertangkap usai 7 tahun buron, polisi menemukan fakta baru dari keterangan tersangka Muslimin (37). Seperti diketahui, Muslimin yang biasa disapa Muslim, warga Dusun Bungin Tinghi, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI, adalah salah satu pelaku penguburan terhadap Sidik Purwanto (60) yang tewas pada Maret 2013, di Desa Mariana Kabupaten Banyuasin 1.

Bacaan Lainnya

Fakta itu diungkap Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi. Menurutnya, pelaku Muslimin ternyata tidak hanya mengubur, tetapi juga ikut membunuh korban.

Identitas tersangka Muslimin.

“Tertangkapnya Muslimin, kami mendapatkan fakta yang lain. Menurut keterangan pelaku Hendra, tersangka Muslimin juga ikut membunuh korban sebelum dikubur, yaitu dengan memasukkan kepala korban ke bak mandi selama 30 menit bersama adiknya Yuliana,” ujar Kompol Suryadi
kepada Sumselupdate.com.

Tidak hanya itu, komplotan pembunuh pasangan suami istri (Pasutri) Novriansyah dan Yuliana ini, juga melakukan aksi pembunuhan terhadap dua kakak beradik di Kabupaten OKI.

Kompol Suryadi memberikan keterangan kepada wartawan.

Bersama kedua rekannya, mereka melakukan perampokan dengan modus yang sama, di mana mayat korban dibuang ke sungai yang berada di OKI.

Kompol Suryadi mengaku, akan mendelegasikan tim untuk bertemu Novriansyah dan Hendra (tersangka lain-red), guna mengambil keterangan tambahan atas kasus pembunuhan dan perampokan 7 tahun silam.

Sempat berpindah-pindah

Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Sidik Purwanto (60) yang tewas di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2013 atau tujuh tahun lalu, terus berlanjut.

Diketahui, korban yang tinggal di Kabupaten Banyuasin dibunuh pasangan suami istri (pasutri) bernama Novriansyah dan Yuliana.
Sidik Purwanto adalah korban perampokan disertai pembunuhan. Dalam aksinya, pasutri Novriansyah dan Yuliana, dibantu tiga rekannya Hendra, Muslim, dan Am (DPO). Modusnya, kelima tersangka mengambil mobil pick up korban dengan modus mengantarkan barang pindahan.

Untuk diketahui, tersangka Yuliana melakukan aksi bunuh diri di Provinsi Riau, sementara Novriansyah dan Hendra menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatn (LP) Nusa Kambangan. Sementara Muslimin baru ditangkap setelah tujuh tahun buron. Muslimin ditangkap pada, Kamis (3/8/2020) malam.

Pantauan Sumselupdate.com, Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri, terjun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terletak di Jalan Sungai Kundur, Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Lokasi dikuburnya jasad korban persisnya di belakang RSUP Dr Rivai Abdullah. Saat menuju TKP, petugas juga membawa tersangka Muslim ke
Lokasi kejadian di mana korban Sidik Purwanto dikubur, cukup sulit dilalui, dan jaraknya satu kilometer dari RSUP Abdullah.

Dari keterangan Muslimin, selama tujuh tahun buron dia tinggal di Banyuasin dan berpindah Kabupaten OKI. Selama hidup berpindah-pindah dia bekerja sebagai buruh bangunan.

“Tugas aku waktu itu cuma nguburi bae. Aku dapat jatah Rp1 juta, setelah itu aku pergi, tapi masih di Banyuasin inilah selama tiga tahun, terus di SP Padang OKI, tiga tahun,” ungkapnya.

Menurut Muslimin saat dikubur, korban sudah tewas, lalu korban dia masukkan ke dalam karung. Kemudian jasad korban yang di dalam karung dia seret ke pinggiran sepetak sawah, lalu dia kubur.

“Aku nguburnyo dewean (sendirian –red) bae, aku gali dewean terus korban aku masuk ke dalam karung dan dikubur sedalam satu meter,” ujarnya.

Saat dilakukan penggalian petugas yang dibantu warga sempat tak menemukan tulang belulang korban. Bahkan sekitar 2,5 jam penggalian tulang korban masih belum ditemukan. Namun, setelah dilakukan penggalian lebih dalam, baru ditemukan karung berwarna putih, dan saat diangkat ternyata karung tersebut berisi tulang belulang dan baju korban.

Alhamdullilah ketemu Ya Allah,” kata anak-anak korban yang juga ikut serta mencari tulang-belulang ayahnya.

Dedi, anak pertama korban mengatakan, mereka sudah berusaha mencari dan juga menggali tanah di dekat ayah mereka dimakamkan namun tidak juga ketemu.

“Kami sempat ke orang pintar tapi tidak ada titik temu. Dengan ditangkapnya tersangka yang mengubur Ayah kami, Alhamdullilah tulang belulang Ayah ketemu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan, tersangka ditangkap di SP Padang OKI. Selama tiga tahun tersangka Muslimin tinggal di sana.

“Hari ini kami dibantu warga berhasil menemukan tulang belulang korban dan saat ini langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diperiksa, ” pungkasnya.

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.