Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Selatan mencatatkan capaian positif dalam pelaksanaan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.
Dari total 13 program akselerasi, enam tugas dan fungsi (tusi) Imigrasi telah berhasil direalisasikan.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumsel, Guntur Sahat Hamonangan, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (30/12/2025).
Menurut Guntur, capaian pertama adalah penguatan layanan keimigrasian berbasis digital. Program ini diwujudkan melalui bimbingan teknis Aplikasi Penegakan Hukum (Apgakum), serta implementasi sistem Bindahwasnis, SOI, dan APOA ke seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di Sumsel.
“Kami juga melakukan sosialisasi penggunaan APOA kepada masyarakat, instansi terkait, serta pengelola penginapan di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Capaian kedua yakni pengembangan autogate di bandara yang melayani penerbangan internasional. Setelah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang kembali berstatus internasional sejak 18 Juli 2025, pengembangan autogate menjadi salah satu prioritas utama Imigrasi Sumsel.
Program berikutnya adalah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Dalam pelaksanaannya, Imigrasi Sumsel telah melakukan penguatan bersama Bareskrim Polri kepada instansi terkait, serta mengoptimalkan peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) pada UPT di wilayah Sumsel.
“Kami juga berkoordinasi dengan Kesbangpol Sumsel untuk menjalin perjanjian kerja sama terkait Pimpasa di tingkat kabupaten dan kota, serta memonitor pelaksanaan desa binaan Imigrasi,” jelasnya.
Program keempat adalah penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Hal ini dilaksanakan melalui koordinasi Ditjen Imigrasi dengan CIQ di TPI Laut Boom Baru dan TPI Bandara SMB II, khususnya dalam penerapan aplikasi All Indonesia.
Selanjutnya, program kelima berupa pengembangan lounge khusus bagi pekerja migran. Imigrasi Sumsel telah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura dan BP3MI untuk perencanaan pembangunan lounge pekerja migran di Bandara SMB II Palembang.
Program keenam yang telah dilaksanakan adalah kegiatan bakti sosial yang menyasar masyarakat di wilayah perbatasan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan oleh Kanwil Ditjen Imigrasi Sumsel bersama UPT Imigrasi se-Sumsel dengan melibatkan perbankan.
Selain capaian tersebut, Guntur juga mengungkapkan rencana pengajuan pengadaan kapal patroli laut pada tahun 2026. Pengadaan kapal dinilai penting untuk memperketat pengawasan di TPI wilayah pelabuhan, khususnya Pelabuhan Boom Baru Palembang yang memiliki aktivitas penumpang cukup padat.
“Selama ini pengawasan laut masih mengandalkan koordinasi dan peminjaman kapal dari instansi lain, seperti Bea Cukai. Ke depan, kami berharap Imigrasi dapat memiliki kapal sendiri,” pungkasnya.
(**)











