Empat Tersangka Dugaan Kasus Korupsi di Empat Lawang Diringkus Polda Sumsel

Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap dugaan kasus korupsi pengadaan fasilitas lapangan olahraga di tiga kabupaten, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Empat Lawang.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan berhasil mengungkap dugaan kasus korupsi pengadaan fasilitas lapangan olahraga di tiga kabupaten, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Empat Lawang.

Bacaan Lainnya

Dengan pelaksanaan proyek fasilitas lapangan olahraga di antaranya, 11 desa fasilitas lapangan olahraga di Kabupaten Ogan Ilir, 3 di Kabupaten OKI  dan 3 di Kabupaten Empat lawang.

Dari penyidikan, jajaran Subdit III Jatanras Polda Sumsel menemukan kerugian negara hingga Rp1,6 Miliar lebih dari anggaran Kementerian Pemuda dan  Olahraga atau Kemenpora RI.

Dalam kasus ini penyidik Tipikor telah menetapkan empat tersangka yakni Paradis Tanaka (39) dari pihak swasta, Bastari (51) pihak swasta, Sayidi alias Sayid (53) pihak swasta, dan Arief Budiman (53) pekerjaan kepala desa Desa Muara Saling.

Keempat tersangka ini diduga melakukan pengurangan volume pekerjaan, menggunakan perusahaan fiktif, pekerjaan proyek tidak sesuai dengan prosedur RAB dalam kegiatan fasilitas lapangan olahraga di tiga desa yang ada di Kabupaten Empat Lawang, yakni Desa Tapa Baru, Desa Talang Padang dan desa Muara Saling dengan total kerugian negara sebesar Rp279.868.933,05.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiyawan SIK SH MH mengatakan, penyelidikan kasus pada kegiatan fasilitas lapangan olahraga di tiga Kabupaten di Sumsel yakni Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 11 desa, OKI tiga desa, dan Empat Lawang tiga desa yang bersumber dari DIPA Kemenpora RI tahun anggaran 2015 ini berlangsung pada 2016 lalu.

“Dari hasil audit BPKP Sumsel ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,6 lebih dengan rincian di Kabupaten OKI kerugian negara Rp289.078.030,43, Kabupaten Empat Lawang kerugian negara Rp279.868.933,05, dan Kabupaten Ogan Ilir kerugian negara Rp1.049.843.497,64,” ujarAnton kepada wartawan saat press release tersangka dan barang bukti, Rabu (2/6/2021).

Dikatakannya, petugas sudah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap empat tersangka dalam kegiatan fasilitas lapangan olahraga di tiga desa di Kabupaten Empat Lawang. Adapun barang bukti yang disita sejumlah dokumen yang terkait kegiatan proyek.

“Keempat tersangka ini berasal dari swasta dan berperan sebagai pelaksana pada kegiatan pengadaan fasilitas lapangan olahraga dari kementerian pemuda dan olahraga RI tahun 2015 lalu,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersangka Paradis Tanaka ia bersama tiga temannya mendapatkan proyek pengadaan fasilitas lapangan olahraga di tiga desa di Kabupaten Empat Lawang, dari temannya yang juga mengerjakan proyek yang sama di Kabupaten Ogan Ilir.

“Ada tiga titik proyek kami kerjakan di tiga desa Kabupaten Empat. Kalau menurut kami proyek yang kami kerjakan sudah sesuai, karena dananya kecil satu proyek hanya Rp190 juta itu pada tahun 2015. Kami juga tidak tahu dimana kesalahan kami,” katanya

Atas tindakkannya tersebut keempat tersangka itu terjerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU No 20 tahun 2001 atas perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta, dan denda paling banyak Rp1 miliar. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.