PALI, Sumselupdate.com – Pasca terjadinya perampokan beberapa waktu lalu yang menimpa empat guru yang bertugas di SMP Negeri 2 Penukal Utara kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI. Sontak, aktivitas belajar mengajar di sekolah yang berada di Desa Tanjung Baru tersebut terhenti sementara alias diliburkan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, keempat guru yang menjadi korban perampokan tersebut tinggal di sebuah rumah yang terletak di Desa Tanjung Baru kecamatan Penukal Utara. Tiga guru mengajar di SMP Negeri 2 Penukal Utara dan satu lagi mengajar dari SMK N 1 Penukal. Jarak kediaman tersebut sekitar dua kilo meter dari SMP N 2 Penukal Utara.
Kejadian berlangsung pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 03.00 dini hari. Komplotan perampok yang berjumlah empat orang tersebut berhasil membawa tiga unit sepeda motor, laptop, dompet beserta isinya dan berkas-berkas penting lainnya.
Dari keterangan Wadia Astuti, SPd, kepala SMP Negeri 2 Penukal Utara, saat dijumpai sejumlah media di sekolahnya mengatakan, keempat guru yang mengajar tersebut pergi entah ke mana. Sebab, mereka takut dan khawatir akan terjadi hal buruk.
Bahkan, sebelumnya salah seorang guru tersebut dihubungi oleh kawanan perampok melalui telepon seluler, diancam akan dibunuh jika sampai melaporkan ke pihak kepolisian atau sampai ada yang ditangkap.
“Sudah kejadian paginya saya yang menemani membuat Laporan Kepolisian di Mapolsek Penukal Utara. Waktu sampai di rumah, mereka ditelpon oleh perampok itu. Katanya akan membunuh mereka jika sampai berani melaporkan kepolisi apalagi sampai ditangkap,” jelasnya Rabu (1/2/2917).
Merasa mendapat ancaman, lanjut Wadia, kelima pahlawan tanpa jasa itu menyelamatkan diri, dan meninggalkan tugasnya sebagai pengajar.
“Semuanya PNS, ada yang dari Palembang, Jambi, Lampung dan Jawa. Saya tidak tau mereka ke mana, yang jelas di sekolah ini tidak ada guru pendidik lagi. Jadi mau tidak mau para siswa harus diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kita juga sudah membuat laporan kedinasannya kepada atasan kita, tapi hingga saat ini belum ada solusinya,” tambahnya, yang menunjukkan bahwa tinggal beberapa pengurus kebun yang ada di SMP tersebut.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI, Drs Abu Hanifah, saat meninjau langsung SMPN 2 Penukal Utara, guru-guru tersebut trauma dan takut untuk mengajar karena posisi perampok sekarang masih berkeliaran bebas.
“Khawatir dan trauma itu pasti, ditambah mereka mendapat ancaman dari pelaku perampokan, serta sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran bebas, belum bisa diamankan. Kita sangat berharap kepada pihak kepolisian agar secepatnya menangkap para pelaku perampokan tersebut,” kata Abu.
Sementara, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIk, saat dihubungi via telpon mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku perampokan, serta beberapa barang bukti yang sudah diamankan.
“Saat ini pelaku sedang bersembunyi, namun identitas serta barang bukti sudah kita dapatkan. Anggota kita sudah menyebar, dan mengawasi daerah sekitar lokasi, jadi ketika pelaku menampakkan diri bisa dapat langsung ditangkap,” terangnya di ujung telpon.
Dia juga menegaskan kepada para guru yang menjadi korban agar tetap besar hati (jangan takut-red) karena ada petugas dari kepolisian yang selalu melindungi korban, dan berjaga di sekitar rumah korban.
“Petugas menempel terus korban ataupun kediaman korban, ketika sewaktu-waktu pelaku ingin mengancam korban petugas kita siap melakukan penangkapan. Saya tidak memerintahkan pulang para anggota jika belum membuahkan hasil atau melakukan penangkapan para pelaku tersebut,” pungkasnya. (adj)











