Eits, Sebelum Ada Fatwa MUI, Vaksin Covid-19 Tak Boleh Diberikan ke Masyarakat

Personel Brimob saat mengawal pengiriman vaksin.

Jakarta, Sumselupdate.com – Kabar tentang vaksin Covid-19 yang sudah didistribusikan membuat publik bertanya-tanya, apakah vaksin sudah boleh digunakan tanpa adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi meluruskan adanya kabar terkait vaksin Covid-19 yang bisa digunakan tanpa menunggu status halal dari MUI.

Bacaan Lainnya

Masduki menegaskan bahwa pemberian vaksin itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya fatwa dari MUI.

Masduki menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah menyediakan vaksin Covid-19 untuk masyarakat tanpa ada fatwa yang telah ditetapkan MUI.

“Jadi perlu saya tegaskan pemerintah tidak akan pernah melakukan vaksinasi ke berbagai daerah di lapangan kepada semua orang tanpa ada fatwa dari MUI mengenai kehalalan dari vaksin itu,” tegas Masduki, Selasa (5/1/2021) seperti dikutip dari suara.com jaringan nasional sumselupdate.com.

Sejauh ini, tim auditor MUI telah merampungkan hasil audit di perusahaan Sinovac Biotech di Beijing, China dan PT Bio Farma di Bandung. Hasil audit tersebut bakal diserahkan ke dalam Sidang Komisi Fatwa.

“Kemudian akan menentukan apakah vaksin itu benar-benar halal atau tidak,” ujarnya.

Apabila nantinya status kehalalan dari MUI sudah ke luar, baru lah vaksin Covid-19 dapat digunakan. Sementara, pengiriman vaksin Sinovac ke sejumlah beberapa waktu lalu itu bertujuan untuk persiapan vaksinasi serentak pada waktu yang ditentukan.

“Itu lebih karena supaya serentak dilakukan vaksinasi di berbagai daerah. Tapi sama sekali tidak akan meninggalkan, mengabaikan fatwa dari MUI, itu penting,” tutupnya. (adm3/sur)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.