Edarkan Narkoba, Dua Kurir Shabu Asal Muaraenim Dituntut Jaksa 13 Tahun Penjara  

Suasana sidang dua terdakwa kasus narkotika jenis shabu-shabu asal Kabupaten Muaraenim yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Jumat (20/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Dua terdakwa kasus narkotika jenis shabu-shabu asal Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan, yakni Depri dan Riandi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman 13 tahun penjara.

Hal tersebut dibacakan oleh JPU, Sutanti, SH dalam persidangan virtual yang dipimpin oleh Hakim Ketua Efrata Hepi Tarigan, SH, MH di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Jumat (20/11/2020).

Bacaan Lainnya

Mendengar tuntutan dari JPU, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, Rizal Adi Sutanto, SH, meminta waktu seminggu pada majelis hakim untuk mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Selain itu, dalam persidangan kedua terdakwa meminta keringanan pada majelis hakim.

“Saya mohon keringanannya yang mulia, orang tua saya sudah tua, saya tulang punggung keluarga, dan saya menyesal,” ujar terdakwa Depri dalam sambungan telekonfrensi, Jumat (20/11/2020).

Mendengar permohonan pengajuan pledoi oleh kuasa hukum terdakwa serta permohonan langsung dari terdakw, majelis hakim memberikan waktu satu minggu untuk hal tersebut.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, dituliskan jika Depri alis Dep dan Riandi alias Andi melakukan transaksi narkotika pada polisi yang menyamar (undercover) pada bulan Juni 2020 lalu di kawasan Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim Provinsi Sumatera Selatan.

Polisi bergerak setelah mendapat laporan dari masyarakat, jika kedua terdakwa sering melakukan transaksinjual beli narkotika jenis sabu.

Dari tangan keduanya petugas dari unit 3 Subdit I Resnarkoba Polda Sumatera Selatan, mendapatkan barang bukti berupa satu buah amplop warna coklat bersegel lengkap dengan label barang bukti.

Setelah dibuka di dalamnya terdapat dua bungkus plastik bening masing-masing berisikan kristal-kristal putih dengan berat netto keseluruhan 198,01 gram.

Berdasarkan pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik di laboratorium Forensik No LAB: 2090/NNF/2020 tanggal 18 Juni 2020, menyimpulkan bahwa barang bukti satu seperti tersebut di atas positif metamfetamina yang terdaftar sebagai Golongan I (satu) Nomor Urut 61 Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 tentang perubahan penggolongan Narkotika didalam Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.