Dukung Perekonomian UMKM, KADIN Palembang Gandeng Bandara SMB II

Kamar Dagang Industri (KADIN) Kota Palembang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan PT. Angkasa Pura Dua Bandara SMB II Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Guna kembali menggeliatkan perekonomian pada masyarakat Kota Palembang, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kamar Dagang Industri (KADIN) Kota Palembang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan PT. Angkasa Pura Dua Bandara SMB II Palembang pada Selasa, (22/6/2021).
Tommy A Adinagoro, selaku Executive General Manager Bandara SMB II Palembang mengatakan, tujuan kerjasama ini guna mendukung pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif yang ada di kota Palembang
“KADIN merupakan partner kami, dalam meningkatkan UMKM dalam kondisi pandemi saat ini, memberikan tempat di bandara SMB II biar UMKM lebih di angkat dan dikenal oleh penumpang baik domestik ataupun internasional,” ungkapnya saat diwawancarai.
Tidak hanya itu. dirinya menambahkan, ini baru langkah awal kedepan akan lebih dikembangkan agar industri di Kota Palembang semakin berkembang.
“Kerjasama ini tidak hanya di sini, nanti akan kita kembangkan lagi. Kita berharap semakin berkembang industri Palembang,” ujarnya
Dengan mengusung konsep Little Palembang agar menjadi wadah informasi, mereka bisa mengetahui apa saja yang ada di Kota Palembang mulai dari makanan, sovenir dan destinasi wisata yang banyak sekali di Kota Palembang ini.
Di tempat yang sama, M Akbar Alfaro ketua KADIN Kota Palembang mengungkapkan, MoU ini pertama yang dilakukan dengan pihak BUMN, menyambut baik kerjasama ini dengan tujuan meningkatkan ekonomi dan UMKM di tengah kondisi pandemi saat.
“Jadi, kami KADIN Kota Palembang menjadi fasilitator dalam rangka mewadahi pengusaha UMKM dari berbagai klaster-klaster untuk kerjasama, ini semuanya tentang Palembang, jadi bagaimana para UMKM sektor usahanya yang terkaitan bagaimana identitas Palembang, mulai dari sovenir, jajanan khas Palembang dan banyak lagi,” jelas Akbar yang juga anggota DPRD kota Palembang.
Lanjutnya, untuk saat ini, ada delapan yang disiapkan, dan UMKM yang terlibat harus melalui filterisasi, serta menjadi kewajiban KADIN untuk ikut mendampingi.
“Saat ini yang siap ada delapan gerai dan akan dilakukan filterisasi UMKM yang sudah memenuhi standar, serta sudah menjadi kewajiban kami melakukan edukasi dan pendampingan untuk UMKM sehingga berani go publik,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.