Duh, Peluk dan Cium 40 Ribu Fans Atalanta yang Jadi Bencana!

Jumat, 27 Maret 2020
Fans Atalanta dinilai menjadi pusat penyebaran virus corona di Italia

Lombardi, Sumselupdate.com – Laga Atalanta vs Valencia disebut sebagai biang penyebaran virus corona. Penularan dinilai terjadi ketika 40 ribu fans tuan rumah saling berpelukan dan ciuman.

Laga Atalanta vs Valencia di leg pertama babak 16 besar Liga Champions digelar di San Siro, 20 Februari 2020. Ketika itu, Atalanta menang 4-1, yang membuat publik bergemuruh.

Bacaan Lainnya

Seperti dilansir ESPN, ketika itu San Siro dihadiri 44.236 penonton. Tiap gol Atalanta, bersoraklah para pendukung tuan rumah.

Direktur ICU Rumah Sakit Bergamo Hospitali XXIII, Luca Lorini, menyebut bahwa 40 ribu fans yang bersorak bisa menjadi penyalur virus yang efektif. Pasalnya, suporter yang kegirangan akan saling berpelukan, bahkan berciuman, merayakan kemenangannya.

Siapa sangka, peluk dan cium tersebut kini menjadi salah satu penyebab masifnya penyebaran virus corona di Italia.

“Saya yakin, 40.000 orang yang saling berpelukan dan berciuman pada jarak satu sentimeter sebanyak empat kali, karena Atalanta mencetak gol empat kali, itu adalah akselerator yang luar biasa untuk terinfeksi,” kata Lorini.

“Sekarang, apakah itu sesuatu yang dapat diprediksi? Tidak, saya tidak tahu apakah itu dapat diprediksi.”

“Saya tidak ingat tanggal [pertandingan] Atalanta vs Valencia, dan saya tidak ingat apakah wabah ini sudah meledak. Tetapi, orang-orang yang pergi jelas tidak tahu apa yang sedang terjadi,” katanya.

Di Italia sendiri, ada 117 ribu lebih kasus penyebaran virus corona. 7.503 di antaranya sudah meninggal, terbanyak di seluruh dunia—bahkan melebihi China. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.